polaroid hitam putih

Mayo 10, 2009

Tiba-Tiba Saya Ingin Menjadi Menteri Pariwisata Indonesia

Archivado en: travel — Bintang Pramodana @ 6:58 pm

Entah kenapa pikiran ini tiba-tiba saja muncul di kepala saya. Mungkin karena kekesalan saya pada fakta bahwa industri pariwisata Indonesia bagai berjalan ditempat dan tidak ada langkah-langkah strategis dan nyata untuk mengubah itu semua. Jangan bilang slogan Visit Indonesia yang Cuma jadi sekedar slogan. Buka website-nya, dan kita bisa temukan tidak ada informasi berarti sama sekali dari situ. Kementrian kayaknya tidak tahu apa kekuatan dan kelemahan industri kita ini. bahkan, jangan-jangan mereka juga tidak tahu bahwa ada lagi lokasi pariwisata kelas dunia selain Bali??

Buat saya, yang orang awam ini aja, kekuatan pariwisata Indonesia bukannya pada mall-mall di Jakarta sehingga kita harus latah bikin sale-sale kayak di Singapur. Come on, itu emang kekuatan Singapur karena mereka ga punya tanah yang luas dan pemandangan alam yang kaya. Tapi mereka bisa maju. Belakangan, saya melihat mereka mulai bergerak ke industri musik dengan mengadakan konser-konser kelas dunia. Musisi Singapur memang ketinggalan jauh banget dari Indonesia, tapi mereka tau gimana cara manfaatin kelemahan itu.

Kekuatan Indonesia pada dasarnya justru pada nature itu sendiri. Kenapa musti latah dengan sale-nya Singapur dan Truly Asia-nya Malaysia? Kita bisa dan harusnya emang jadi pusat kegiatan adventure di Asia! Coba, apa yang ga ada di Indonesia? Dari langit, kita punya paragliding, bisa terjun payung. Di tanah, kita punya banyak gunung-gunung untuk ditaklukan, dan kebanyakan kalian pasti tidak tahu kita punya lokasi trekking savana di Jawa Timur. Kita tidak kekurangan pantai, pasti sedikit juga di antara kita yang pernah menjelajahi pantai Karimun Jawa dan Senpu yang notabene masih di Jawa! Lokasi snorkeling dan diving kita berlimpah ruah. NG menyebutkan bahwa kita punya 34 spot diving sedangkan Thailand hanya 13. Tapi pendapatan Thailand mencapai 240 juta dolar AS, Indonesia HANYA maksimum 24 juta!! Itu 10 kalinya teman2!

Apa yang menyebabkan pariwisata kita segitu mandeknya melihat banyaknya potensi yang kita punya. Saya pikir ada 2 masalah utama. Sulitnya transportasi dan kurangnya informasi. Gini aja deh. Satu-satunya kesempatan kita untuk masuk 7 wonders of nature setelah Borobudur dicoret adalah Pulau Komodo. Masalahnya, saya yakin sekali bahwa 95% orang Indonesia belum pernah menginjakkan kaki di sana! Lebih parah, asumsi saya 50% di antaranya tidak tahu Pulau Komodo itu dimana. Ironis ga sih? Saya bahkan harus menghabiskan waktu 2 minggu penuh riset untuk memiliki gambaran rute untuk ke Pulau Komodo, sebagian besar dari Lonely Planet dan website tulisan bule-bule. Yang paling ironis adalah, bahwa website PELNI tidak memiliki jadwal untuk armada-armadanya, namun saya memperoleh data lengkap perjalanan PELNI selama tahun 2009 ini dari website Lonely Planet hasil riset seorang Swedia selama berbulan-bulan. Gila ga sih? Mahalnya transportasi juga jadi masalah besar. Raja Ampat adalah situs diving dan snorkeling yang terkenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Untuk ke sana, tiket pesawat ke Papua bisa menghabiskan 7-8 juta PP. tambahkan 1-2 juta lagi, dan anda sudah bisa mendarat di Madrid!! Ayolah, bukankah ini menggelikan?

Saya ga pengen meracau tanpa solusi. Yah, walaupun kemungknan kecil akan ada yang baca dan melaksanakannya. Kalau saya jadi menteri Pariwisata, selain program visit Indonesia yang terkesan basa-basi itu lebih dioptimalkan dengan slogan yang lebih spesifik (misal: Adventure Indonesia, atau apalah), kayaknya program per tahun juga bisa mendukung itu. Maksud saya, bikinlah tiap tahun tema kunjungan yang berbeda. Contoh: Snorkeling Komodo Island 2010. Nah, selama setahun penuh dirancanglah segala hal yang dapat meningkatkan minat orang ke sana. Dengan promosi, dengan bekerjasama dengan perusahaan2 transportasi untuk berkomitmen menekan biaya, dengan agen2 travel yang menawarkan paket2 murah, pokoknya memudahkan kita ke sana deh. Nanti dilanjutkan dengan Sailing Musi 2011 misalnya, terus Trekking Borneo 2012, atau apalah.

Haha. Pada akhirnya saya tidak tahu tujuan menuliskan ini apa. Mungkin Cuma sekedar membuang unek-unek biar ga kesel sendiri.Setuju dengan adek dan pacar saya yang bilang bahwa mentri di Indonesia ga dipilih berdasarkan kompetensi dan passion, tapi lebih kepada kepentingan politis dan koalisi. Sampah. Lain kali, pilihnya orang yang mencintai pariwisata untuk menteri pariwisata, orang yang mencintai sepakbola untuk PSSI, orang yang mencintai pendidikan untuk mentri pendidikan. Orang yang mencintai uang untuk mentri keuangan?? Hahaha.

Tabik!

Gambar 1 Pulai Sikuai – Sumatra

Gambar 2 Baluran Savanna – Jawa Timur

Gambar 3 (bukan di Afrika) Way Kambas – Lampung

 

Mayo 7, 2009

2 Things To Learn For Barcelona

Archivado en: sportivo — Bintang Pramodana @ 4:09 am

Malam ini kita lagi-lagi melihat drama dalam sebuah pertandingan sepak bola. Dan lagi-lagi sebuah pertandingan yang tidak sehat untuk jantung, bahkan untuk yang bukan pendukung salah satu tim. Pertandingan Chelsea melawan Barcelona seharusnya dapat mengajari Barca beberapa hal.

Satu, bahwa semua tim Inggris akan sulit dikalahkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini tim-tim Inggris adalah tim-tim terkuat di Eropa. Okelah Barcelona hari ini keluar sebagai pemenang dengan 63% possession dan 14 tendangan. Tapi tunggu dulu, sadarkah anda bahwa Barca hanya 1 kali menendang ke arah gawang, yaitu pada saat Iniesta mencetak gol? Chelsea membuat hidup Barca sulit dengan bermain rapat dan efektif. Chelsea menerapkan closing down hampir kepada semua pemain Barca yang memegang bola. Attractive football-nya Barca melawan Effective football-nya Chelsea. Guardiola boleh memprotes bahwa Chelsea mempermalukan sepakbola menyerang dengan bermain negatif. Tapi itu hanya alasan saja, karena Guardiola sendiri tahu bahwa bermain terbuka dan menyerang melawan Barca adalah mempermalukan diri sendiri. Lihat Madrid. Guardiola hanya sedang melakukan mind games.

Melawan MU di final, Barca harus siap menghadapi permainan rapat itu lagi. Messi tidak mungkin diberikan waktu berlama-lama dengan bola. Iniesta dan Xavi bolehlah punya skill untuk memegang bola, tapi pada siapa bola harus dioper ketika Eto’o tidak bisa bergerak? Ditambah lagi bila Barca bermain dengan barisan belakang yang medioker seperti hari ini. Mereka beruntung Anelka tidak mendapat penalti dari handsball Pique. Abidal tidak ada, berarti harus ada taktik lain melawan sayap2 MU.

Dua, bahwa Barca kekurangan pemain tengah dengan karakter fisik yang kuat. Ini terlihat vital hari ini ketika Chelsea memainkan 3 orang gelandang tengah dengan fisik prima. Ballack, Lampard, dan Essien jelas jauh lebih unggul dalam permainan fisik melawan Iniesta dan Xavi. Lihat berapa kali gelandang2 tengah Chelsea ini melakukan tackling2 dan body charge yang menyulitkan atraksi gelandang2 tengah Barca. Guardiola dan pelatih2 Barca sebelumnya terlalu puas dengan kemampuan brilian gelandang2nya yang memang super, tapi tidak berpikir akan ada pertandingan2 seperti malam ini. Ya ya, Barca memang lolos, tapi kita harus melihat bahwa itu hanya sedikit keberuntungan. Messi tidak sesulit itu dihentikan. Saya ingat 2 tahun yang lalu Messi juga dibuat tidak bergerak oleh Alvaro Arbeola.

Sebagai pendukung Liverpool, jelas saya mendukung Barcelona untuk final kali ini. Peraturannya jelas, semua boleh juara kecuali MU. Tapi saya juga harus realistis bahwa MU sedang dalam permainan terbaiknya. Dan walaupun Barcelona adalah tim dengan rekor gol menakutkan, saya rasa, melawan MU itu tidak cukup. Tim2 Inggris tidak seperti Madrid jaman sekarang yang Cuma bisa buang2 duit dan terlalu banyak omong.

Selamat menunggu 27 Mei di Roma!

Abril 30, 2009

3 Dead Bodies and I’m Writing About Nothing

Archivado en: siempre de vida — Bintang Pramodana @ 9:24 am

Something has gotten into me these days. Like, gosh, those days are coming. Those days when we will be no longer the kid from college. The days when we have to face life like an adult. The real life, like they say, has just begun.

Its not that we didn’t want to grow up. Its just, for me, in medical school, life walks slower. We grow inches by inches while in other places, the other kids grow running. Haha. Maybe its because the system of education in medical school is no different than when we were in elementary school!! We just have to follow the system. We don’t have to think (or maybe the contents of what we learn are just that enormous?!). We are now too hesitant to walk out of our comfort zone.

But now, things are different. Just about 3 months for now, the school era will finish (only to continue with another school era?!). the real life of a doctor and a full grown man starts there. And believe me, life wont give something that easy. Haha.

Marriage is another thing. Being in my mid 20’s i have to see one by one of my friends are getting married. I remember it was something unthinkable just a few years back, when we were too busy finding out whats new in town, the music, concerts, movies, photo huntings, and lots of that. And i have to get used to that.

“when will you get married?”, a friend was just doing a small talk to one of my friend. He never expected the answer was:

“next year. i’ll be engaged by the end of the year”, and the silence fell between us…

I know it will never be easy to be married. And i really hope they –who’s planning to be married soon- know what they do. Looking back on today, gimana kita masih bisa jalan2, milih2 pacar, buang2 duit jajan atau gaji untuk kesenangan pribadi. Sedangkan kalo lo udah terikat, oh man…

3 mayat kadaluarsa di ruang otopsi, dan gue di BFM menulis ini…

Abril 26, 2009

Romance and How They Do It

Archivado en: romanticismo — Bintang Pramodana @ 6:09 pm

My partner recently said that i wasn’t the romantic type at all. *silent sigh*, i’ve heard of it too many times. Haha. They said i was ignorant and so full of my self. Thats true, in some parts. I answered to her, “i’m romantic in my on specific way”, and laughed. She asked for an example, i didn’t give her, i mean it wasn’t going to be answered anyway.

So, what is romance? Does it have any criteria to be fulfilled? I think (as always), romantisme itu ga sama antara orang yang satu dan yang lain. We always have our own preferencies about what romance is. Does it always have something to do with flowers? Words of love? Mungkin ini semua berhubungan dengan 5 Love Expressions yang saya tulis beberapa waktu yang lalu.

Mengapa saya menulis ini? Saya tidak tahu pasti. Mungkin saya Cuma ingin bercerita saja. Dan buat saya romantisme selalu muncul pada saat2 yang aneh yang mungkin pasangan saya sendiri tidak sadar bahwa dia telah berbuat sesuatu yang menurut saya sangat romantis. Suatu ketika saya pernah meminta dia untuk online dan menemani saya karena saat itu saya sedang banyak kerjaan yang mengharuskan saya di belakang komputer utk waktu yang lama. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk saya menghubungi dia buat ngobrol dan membuat saya merasa tidak sendiri. Melihat sebuah lingkaran hijau di layar facebook saya membuat saya merasa lebih nyaman. Setelah berbincang-bincang sebentar, i asked, “what do you want to talk about?”. Saya Cuma ingin dia juga merasa ditemani. Jawabannya: “its okay dear. Do your work. I just want you to know that i’m here”. Damn… thats was romantic, for me… mungkin engga buat orang lain.

Suatu saat yang lain, dulu, tengah malam, saya berada di BSD karena abis nganterin seorang teman, sendirian. Saya benar2 tidak mengenal daerah ini dan waktu yang sudah lewat tengah malam membuat saya sedikit ngeri. Sedikit juga orang di jalan untuk ditanya. I called my mom. She was still awake (she always stays awake when one of her boys is still out there. Satu hal yang buat gue, priceless bgt). I asked for direction and she answered. Saya perlu teman. Saya ngantuk, dan saya takut. Dan saya menelpon wanita ini, dengan sedikit berharap dia masih bangun. Kemungkinan itu kecil. Ini sudah malam, dan dia tidak biasa tidur malam bila tak ada alasan penting. *ring ring*, and she answered!! (fyi, she always silent her cellphone!!) Saya bertanya apa yang menyebabkan dia bangun jam segini. Dia terdengar bete. Akhirnya saya mendapatkan jawaban. “i never like you coming home this late”, she continued, “i cant sleep knowing you’re not home yet”. *dar!* i shivered hearing that reason. “i always like this when you or papa come home late. I hate it”, she sounded quite mad, but lovely. That time, i knew, 2 women would stay awake with me anytime. That was romantic.

*sometime i need your body next to mine, i could draw us imaginary lines. Just dont breath, i dont need your elegy. I’m falling out of bed not out of love. I know you understand* (Imaginary Lines – Badly Drawn Boys)

When in some times, i felt i was being romantic, but it would be ridiculous to write it here. Hahaha. I mean, based on my story above, you know there’s a lot of way to be romantic…

Sayonara!

Abril 25, 2009

Itinerary Rencana Travel Bali-Lombok-Komodo 12 hari

Archivado en: travel — Etiquetas:, , , — Bintang Pramodana @ 12:50 pm

Ini adalahr rencana perjalanan saya dan teman2 Agustus nanti.

Tujuan perjalanan kali ini adalah sebuah pulau di NTT yang justru terkenal di kalangan bule tapi ga laku utk orang lokal. Pulau Komodo adalah salah satu calon 7 keajaiban dunia tapi gue pikir 90% orang Indonesia belom ke sana. jadi, perjalanan ambisius antar pulau (bukan lagi antar Jawa!! lihat jaraknya di peta!) ini jelas sesuatu yg harus direncanakan dgn matang. prinsip gue, dengan perencanaan matang, every place is reachable at a very reasonable price, hahaha. fisik dan mental khususnya harus oke. yang rewel2, tinggal aja di Jakarta, haha.

fyi, semua orang boleh mencalonkan diri utk ikut kalo emang serius. dan itinerary ini silahkan saja ditiru kalo ga sempet jalan bareng (kalo jadi insya Allah). gue akan coba menjabarkan lagi agar lebih jelas rute perjalanan ini.

Hari 1 (menuju Bali)
pesawat adalah jalan paling nyaman menuju Bali karena hanya 1 jam saja dari Jakarta, namun, harga tiket pesawat rata2 adalah 600an ribu. jadi pilihan dengan bus eksekutif Jakarta-Denpasar pun jadi alternatif karena semua armada bis mengerahkan armada terbaiknya utk rute ini. lama perjalanan sekitar 24-27 jam. dengan kereta juga bisa dengan rute Jakarta-SUrabaya-Gilimanuk-Denpasar, cuma dengan kereta eksekutif, biaya membengkak jadi 500an ribu. kereta bisnis dan ekonomi jelas lebih murah, tapi apa mau ambil resiko capek diawal perjalanan??
dengan bis, sebenarnya sempet kepikiran juga utk ke Mataram langsung biar menghemat dikit uang dan waktu. cuma bis ke mataram kualitasnya jauh dengan yang ke Bali. lagian, kuat 36 jam di bis??
sedapetnya riset gue, harga rata2 ke Denpasar adalah 350-380ribu. dan kalo ga salah udah termasuk makan. cuma ini masih harus dikonfirmasikan. salah satu armada bis yang bisa digunakan adl Lorena yang brangkat dari rawamangun!
Naik bis+makan     350.000

Hari 2 (enjoying Kuta)
sampe Denpasar besoknya, kita masih bisa menikmati Kuta dan sunsetnya. segera cari kamar di sekitar Poppies Lane. harga sekitar 60-100 ribuan bisa buat 2-3 orang. yang penting bersih. you cant expect more. makan di Kuta bisa kok sampe cuma 10ribuan, karena waktu itu gue ama Bayu makan cuma 5000. hahaha. dari Denpasar bisa naik Bemo sampe pangkalan bemo di Kuta.
Denpasar-kuta         10.000
Hotel poppies         35.000
Makan             50.000

Hari 3 (pindah ke Senggigi)
Kemaren gue bilang langsung ke Gili Trawangan, cuma kayaknya ga bisa. ke Gili dari kuta menghabiskan 300ribu sendiri. cuma, elo harus ke Gili, karena disini keren bgt. jadi kita naik Perama yang akan mengantarkan kita ke Senggigi dengan 150ribu. sebenernya, bisa lebih murah dengan sendiri melalui jalur: Kuta – naik bis ke Padang Bai – naik kapal ke Lembar – carter mobil di Lembar.
masalahnya, kita ga tau ni kapal ontime nggak. perjalanan lautnya sendiri menghabiskan 5 jam. karena itu Perama berangkat jam 6 pagi!! pelabuhan Lembar dikenal tidak nyaman utk turis karena lo ga punya pilihan selain naik mobil carteran yang kadang harganya nembak dan pake berantem dulu. kalo sampenya sore….beh, bisa ribet bgt nanti. makanya Perama, walaupun lebih mahal, tapi lebih aman. harganya ditotal ga jauh kok.
Perama ke senggigi     150.000
Hotel di senggigi     35.000
Makan             50.000

Pantai Senggigi

Hari 4 (jalan2 ke Gili Trawangan)
caranya adalah dengan naik angkot ke pelabuhan Bangsal. ga jauh kok. dari sana tinggal naik perahu yang ke Gili Trawangan. biasanya sama orang lokal yg abis belanja ke Senggigi. kita nginep aja sehari di Gili. kita ngapain? santai di Gili. ada yang mau snorkling? disini keren bgt taman lautnya.
angkot ke bangsal 3.000
kapal ke gili         8.000
Hotel di gili         35.000
Makan             50.000

Gili Nanggu (anjrit, kok kayak lebih bagus dari Gili Trawangan??!!)

 

Gili Trawangan

 

Diving & Snorkling di Gili Trawangan

Hari 4 (balik ke Senggigi, kejar kapal Pelni ke Lembar!!)
nah dimulailah perjalanan kita yang sebenarnya di mana elo dan gue sama2 buta keadaan. hahaha. seperti gue bilang, kapal Pelni ini cuma dateng 2 minggu sekali. kita ga boleh telat. kapal Pelni ini kapal ekonomi, jadi kemungkinan besar kita ga bakal mandi deh. sampe kapal cepet2 ngetek kamar (bayar lagi) kalo ga mau tidur pake sleeping bag (ini jg kalo punya!). makanan dapet, cuma yah.. gitu. katanya sih ada kantin yang makanannya masih oke. nah yang gue ga dapet cuma angkutan dari senggigi ke lembar ini. perjalanan laut ini membutuhkan waktu sekitar 26-30 jam. jadi sampe Labuanbajo jam 7 malem.
Ke senggigi         11.000
Ke Lembar         ????
Kapal Pelni         200.000
Kamar             35.000 (mungkin)
makan (tentatif)     30.000

KM TILONGKABILA à rumah kita selama 24 jam! hehe

 

Mau tau tidurnya gimana kalo ga dapet kamar?? hehe!!

Hari 5 (Labuan Bajo saat malam)
ga punya pilihan. harus segera cari penginapan..
makan malam         20.000
Kamar             35.000

Labuan Bajo saat malam…

Hari 6 (Labuan Bajo, dan saatnya berangkat ke P. Komodo)
Paginya, segera cari ke pelabuhan kapal nelayan lokal yang mau kita carter buat ke Komodo. hoki2an sih. katanya ada yang nyaranin juga utk ambil 2 malem aja sekalian ke Pulau Rinca. harganya lebih mahal jelas.. kita ambil perhitungan yang1 hari aja dulu.. ke Komodo akan menghabiskan waktu 4 jam dari Labuan Bajo. disana kita trekking utk nyari Komodo. ada yang bilang kalo mens ga boleh ke sana, tapi katanya sih gapapa asal deket2 guide-nya jangan deket2 komodonya. hehe. gue ga tau hari ini bakal sempet snorkling apa nggak. tapi kayaknya sih ngga ya.. jadi kita balik dan nginep lagi sehari di Labuan Bajo (ini diluar perhitungan awal gue kemaren). kayaknya rutenya sekalian ke pantai merah jambu itu.
Carter kapal (8-10 orang) 600.000     (60-70.000/orang)
makan                     50.000
karcis masuk                 45.000
guide                     30.000 (entah tiap orang atau per guide nih. anggap aja per orang)
karcis kamera                 25.000

Suatu tempat di Labuan Bajo

Hari 7 (snorkling day)
Konon mengunjungi pulau Komodo tanpa diving dan snorkling adalah kayak mengunjungi Bali ga ke Kuta, hehe. disebut-sebut mempunyai taman laut salah satu yang terindah di dunia. jadi, bagi yang mau bersnorkling, ayo.. malemnya kita langsung balik ke Mataram dengan bis malam. ga tau pasti lama perjalanannya. tapi mungkin bisa seharian..
sewa alat         50.000
sewa kapal (4 orang)     250.000 (65.000)
makan             50.000
bis malam ke mataram    230.000

Pulau Komodo

 

Kapal yang disewa untuk snorkeling

 

snorkeling Komodo

Hari ke 8 (tiba di Mataram)
dengan bis malam ke Mataram, ada kemungkinan kita juga sampe malam hari di Mataram. keuntungannya pake bis malam adalah kita hemat 1 malem tidur di bis. hehe. tapi hari ini jadi ga bisa ngapa2in dan sebaiknya kita bermalam di Mataram aja…
makan         50.000
kamar         35.000

Hari ke 9 (ke Senggigi)
Kita bermain2 lagi di Senggigi, atau bisa jalan2 ke pantai Kuta Lombok, atau ke Gili lagi. kabarnya Kuta Lombok itu secantik Kuta Bali. tapi bayangkan Bali 100 tahun yang lalu, sebelum orang2 pada ke Bali dan beramai2 ria. itulah Kuta Lombok. jalan2nya ga diitung dulu ya secara belom tau mau kemana. harga dari Mataram ke Senggigi juga masih nembak..
transpor ke senggigi 10.000
makan         50.000
jalan2         ????
kamar         35.000

Kuta Lombok –> Kuta Bali 100 tahun yang lalu

 

Kuta Lombok

Hari ke 10 (kembali ke Kuta)
Senang di Lombok, saatnya meniti jalan pulang. naik Perama untuk pulang kembali ke Kuta. sebenarnya kita lagi2 bisa ngeteng. cuma belum cukup riset untuk yang ini. nanti di update lagi.. tapi gila.. harganya mahal betil. perahu perama utk ke Bali ini adalah private boat yang sangat nyaman. 2 tahun yang lalu harganya 200 ribu. sekarang? 350 ribu!!!! nanti dibandingin sama kalo ngeteng.
Perama         350.000
makan 2 x     30.000
kamar         35.000

Hari ke 11 (balik ke Jakarta)
dengan bis juga, kita akan balik lagi ke Jakarta…
bis         350.000

Bis Lorena Jakarta-Denpasar

Total 2.662.000

NB:
1. harga yg sebenarnya bisa aja jadi lebih mahal karena banyak hal2 yang ga bisa dan belom dihitung. seperti: beli cemilan di Alfamart, Circle K; laundry kiloan (haha, secara biasanya gue cuma bawa 3 kaos, 1 jeans, sama 1 celana pdk).
2. kalo Laras ikut akan sangat membantu dalam hal akuntansi, hehe.
3. kalo Ana dan Bohay ikut akan sangat membantu dalam hal dokumentasi.
4. yang punya kamera pocket harap beli casing anti air-nya, haha. yang paling murah cuma 200ribu kok. kan sayang, snorkling tapi ga ada fotonya..

Abril 14, 2009

To The Island Where Dragon Rules

Archivado en: travel — Bintang Pramodana @ 11:38 am

Cerita travel lagi, atau lebih tepatnya mimpi travelling lagi, secara gue punya banyak bgt rencana jalan2 yang entah kapan terealisasikan. Mungkin gue Cuma suka bikin itinerary-nya aja. Bikin itinerary buat gue kayak bikin diagnosis kerja dan diagnosis banding pasien, milih2 obat apa yg cocok utk stiap keadaan khusus. Atau kayak nyusun puzzle yang menegangkan. Yang paling asik adalah ketika elo mengetahui bahwa setiap tempat itu reachable kalo lo punya rencana yang matang. Money and time will always be some factors, of course.

Balik lagi bahwa ceritanya gue akan lulus dan punya waktu panjang untuk sekedar merayakan kebebasan seorang anak manusia dari sebuah pembentukan karakter selama 6 tahun. Sebelumnya gue merencanakan untuk pergi selama sebulan backpacking Asia Tenggara. Segala hal udah mulai direncanakan, sebelum akhirnya gue berpikir lebih baik rencana ambisius itu ditunda saja. It takes a lot of money. Gue baru akan pergi kalo udah punya duit sendiri mungkin.

Akhirnya belakangan gue tiba2 terpikir untuk mengunjungi kawan lama, pantai Senggigi di Lombok dan Pulau2 Gili. Rencana ini pengennya dilanjutkan dengan mengunjungi rumah makhluk mistis dari purbakala itu, ya, the only one Komodo.

Bali-Lombok mungkin gue dan Bayu udah tau lah celah2nya. Nginep di Poppies, makan di warung muslim murahan, trus ke lombok naik kapal ferry di Padang Bai, penginapan murah di sekitar Senggigi, atau mau nginep di Gili. Tapi yang menjadi tantangan dalam beberapa waktu belakagan ini adalah mencari jalan ke Pulau Komodo. Ini sulit, karena kebanyakan sekalian menawarkan tur yang harganya jelas diatas budget kita sebagai backpackers. Haha. Akhirnya pencarian gue diselamatkan oleh, ya penyelamat yang itu2 lagi (hehe), Perama Tour. Mereka menyediakan bis dari Senggigi ke Labuan Bajo!! Agak gila sih emang. Ga tau akan berapa lama. I’m about to send them an email.

Kalopun nanti ternyata mustahil ke Komodo karena berbagai sebab, paln B adalah melakukan trekking gunung Rinjani. Haha. I’m not so much into a hiker, but just for fun and for a surge of adrenaline, its worth trying. Haha. Info yang saya baca, kita tidak perlu mempersiapkan banyak hal, karena semua bisa disewa dan bisa menyewa porter juga. Asik kan? Kalo ga pake tur, kita bisa sepuasnya disini.. hehe.

Tapi sebelumnya… selesaikan dulu pendidikan karaktermu!!

Marzo 28, 2009

Love Expressions

Archivado en: amores perros — Bintang Pramodana @ 5:52 am

Honestly, i’ve been trying to write something for some time now. But somehow i have found it very hard to do. I think i wrote almost about everything, so its not easy to find something new to write. Call it writer’s block, i my self call it like that.

I did spend a great deal of moments lately. Something i’d been craving for. I feel so open, so vulnerable. And what actually makes us feel somfortable about someone? Why cant we feel it with just anybody?

“i dont need someone who wants to do everything for me. I need someone who makes me confortable”, i once said to her while we were drinking coffee. I ordered the-usual-cappucino, she ordered caramel latte.

A friend said that there were 5 love expressions. 5 ways love can be transfered from one to another. And everyone has their own type, their own preference about how they love and how the want to be loved. But this is where the problem begins.

I dont think i remember all 5. But let me try.

  • Some people show their love by saying words about love, writing something about love.
  • Some people say it by having a quality time together, even when its just sitting quietly drinking that bitter machiato, watching the night by the seaside, talking about everything.
  • Some show it with touch. They transfered their love with every touch they give, their kisses.
  • Some say it with presents and things. Here’s where flowers, golden rings, luxury food, and all that speaks.
  • Some show it with care, with being every thing their partners need. They devote to their loved ones.

Its not that a way is better than another. You can have your own way. Your partners can have their own way. The problem is: do you know how your partners want to be loved?

Most of us expect to be loved like how they loved. For example, A likes to be fooled with sweet words, and A shows his/her love with a bunch of sweet words. But B, his/her partner feel that he/she is loved when he/she is given something, so that he/she often give A presents. For B, words are useless and he/she is disappointed because A hasnt given him/her anything for their aniversary but words! For A, presents is a waste. A does feel that a lot of presents means a lot of money, and A believes that money has nothing to do with love, but words are different. So A is disappointed with how superficial B thinks, and B is disapppointed with how stingy A. And they break up.

See how destructive it is?

My friend said because of that, we must understand how our partners want to be treated (and maybe show how we want to be treated). But its never that simple, isnt it? Maybe thats the reason why people sometime stuck with someone. And thats the reason why we cant be with just anybody. The chemistry, the will to change, the will to understand…

Enough said, i sppose..

Enero 24, 2009

Belajar dari Nelayan

Archivado en: siempre de vida — Bintang Pramodana @ 12:42 pm

Kadang kita ga pernah tau darimana kita belajar sesuatu. Oleh sebab itu juga tidak sepantasnya kita memandang rendah orang lain. Tulisan ini penghargaan saya kepada seorang nelayan di Pangandaran yang walau dengan pendidikannya yang mungkin terbatas dan tidak tinggi (astaga, saya tidak bermaksud memberikan judgement), pria ini bisa berpikiran lebih terbuka dan jernih daripada beberapa saudara kita yang merasa jauh lebih pintar.

Percakapan kami terjadi saat perjalanan pulang dari pantai di seberang Pangandaran yang waktu itu kami capai dengan perahunya. Pada awalnya pria ini bercerita tentang bagaimana tsumani menghancurkan sebagian besar sarana dan prasarana para nelayan di Pangandaran. Mereka kehilangan perahu dan alat2 mencari mata pencaharian dan bagaimana ganti rugi pemerintah tidak begitu memadai karena –ah, kita semua sudah bosa mendengarnya- korupsi. Harga satu kapal nelayan pangandaran rata2 adalah 15 juta belum termasuk motor yang seharga 20 jutaan. Ganti rugi pemerintah sebenarnya sudah seharga 15 juta, namun perahu yang hadir di pelabuhan ternyata bernilai 10 jutaan saja. Kualitasnya rendah, sehingga nelayan2 harus membenahinya lagi agar sanggup melaut di laut selatan yang ganas. Belum lagi membeli motor dan alat2 melaut lainnya. Keluhannya berlanjut pada naik turunnya harga ikan di Pangandaran, ia kesal dengan para pembeli yang kadang tidak mengerti bahwa melaut bagi nelayan di Pangandaran adalah mengadu nyawa. Bayangkan perasaan mereka ketika pulang dan mendapati harga ikan sedang turun.

Lalu sampailah kami pada pembicaraan pendek kami yang –ya- meskipun pendek sangat bermakna sekali menurut saya. Begini menurut yang saya ingat sebisanya:

“kalau tanggall 26 nanti ada acara mas (dia menyebutkan namanya Cuma saya lupa”, pria ini menarik kapal ke pinggiran pantai. Saya melompat turun dari kapal. Pasir pangandaran yang coklat masuk ke sela2 sendal saya.

“acara apa tuh mas?”

“ya itu, persembahan ke laut”, saat ini saya mulai memikirkan judgement saya tentang pria ini: ah, ternyata pria ini percaya tentang legenda Ratu Laut Selatan.

“buat nyai ya mas?”, saya bercanda, mencoba mengikuti alur pikiran manusia di hadapan saya sekaligus mencari mkonfirmasi atas judgement saya. Sebisa mungkin saya tidak terdengar merendahkan.

“haha”, dia tertawa sebentar yang membuat saya heran, lalu melanjutkan, “itu sih saya ga tau mas. Itu sudah tradisi di sini. Buat saya sih, sepanjang tahun saya sudah nyari rejeki di sini, yah, anggap aja rasa syukur saya sekalian ngasih makan ikan2 di laut”

DEG! Hati saya tergetar. Pria kecil nelayan ini melebihi semua ekspektasi saya. Dan sampai beberapa saat sesudahnya, saya mengagumi sekali indahnya kata2 jujur yang diucapkannya tadi. Gila, yang kayak gini ga bisa dimiliki orang2 yang mengaku lebih berilmu, lebih beragama. Orang2 yang sedikit2 bilang musyrik, sedikit2 bilang haram. Merasa bahwa manusia adalah makhluk paling besar dan paling berhak atas bumi ini. Bahwa semua yang ada di bumi ini diciptakan untuk manusia. Menggrebek tempat2 kesenian, membakar buku2. Cih. Tidak salah Ayu Utami melancarkan protes keras dengan Bilangan Fu terhadap kaum kayak begini. Mereka2 yang secara tidak sadar telah merendahkan kesadaran masyarakat untuk menghormati alam dan makhluk2 di dalamnya, halus dan kasar. Mereka2 yang membuat masyarakat tidak ragu2 lagi meraup hutan tanpa takut oleh jin2 hutan, membom laut tanpa takut Nyai Roro Kidul. Mereka yang yakin mereka lebih suci…

Enero 15, 2009

Another Great Escape: Laporan Perjalanan Pangandaran – Batu Karas – Green Canyon

Archivado en: travel — Bintang Pramodana @ 8:35 pm

Kijang Krista silver itu perlahan dipenuhi barang2 –tas2 berisi pakaian, makanan kecil yang melimpah, jaket, dan kamera- semua persiapan sudah beres untuk sebuah road trip jangka pendek dengan rute yang ga bisa dibilang pendek. Pangandaran berjarak lebih dari 300 km, dan artinya, perkiraan lama perjalanan adalah 6-7 jam. Belum lagi kami harus mampir ke Jati Nangor untuk menjemput Bohay. Jumat siang jam 2 kami berangkat.

Uang kas pertama dikumpulkan: Rp. 100.000 per orang untuk biaya bensin dan tol. Laras lagi2 bertugas mengurus pengeluaran. Haha, sehebat2nya gue mengatur rencananya perjalanan dan budget, tidak ada yang dapat merealisasikannya menjadi neraca keuangan yang bisa dimengerti selain Laras. Perjalanan keliling Jawa yang 10 hari dan menghabiskan uang lebih besar saja bisa tertata rapi, hal kali ini mungkin bagai berjalan kaki ke depan rumah bagi Laras. Haha.
Bayu menyetir dengan santai menuju Jati Nangor, menjemput Bohay di dekat Unpad, dan berjalan menuju Tasik. Kita baru berjenti untuk makan di sekitar Tasik, tempat makan transit gitu, dengan makanan dingin yang tidak menggugah selera. Tapi, daripada menanggung risiko sakit maag yang mengganggu liburan, jadilah kita berhenti. Makan malam Rp. 8000-15000 per orang.

Pangandaran dicapai mendekati tengah malam. Kita memutuskan singgah di Pangandaran dan tidak langsung ke Batu Karas karena waktu yang sudah malam. Gila! 9 jam dijalan membuat pantat kita semua seperti terkena tumor tulang belakang yang membuat hipestesi pantat! Masuk pangandaran Rp. 26.000. hati2, jangan mau kalau ditawari penginapan oleh orang2 di sana, karena jatuhnya akan lebih mahal! Itu karena mereka akan dapet tip dari yang punya penginapan! Kita metal aja bilang udah booking, hehe. Mampir ke penginapan milik temannya teman kita, bernama Topan. Gile, dari luar sih ancur bener ya ini tempat, hehe. Ternyata kamarnya ga begitu buruk. 1 kamar mempunyai 3 tempat tidur dengan kombinasi acak (ada yang pake double bed ada yang semua single bed). Sekamar boleh brapa orang Pak?

“terserah aja, haha”, jawaban yang menarik.

Jadilah kita menyewa 2 kamar yang tersisa. 1 kamar dihuni gue, Tata, Laras, dan Ana; sedang kamar lain dihidupi Abol, Mike, Bayu, dan Bohay. Penginapan Topan Rp. 75.000/kamar.

Paginya, seperti biasa, gue bangun paling pagi, bangunin solat yang mau solat, dan ngajak jalan2 ke pantai pagi2. Buat apa liburan singkat kalo Cuma tidur doang? Hehe. Setelah setengah mati ngebangunin Mike yang tidur kayak kerbau pake headset, kita pergi ke pantai dan dengan segera menyetujui bujukan tukang kapal untuk ke pantai yang lebih putih pasirnya. Pangandaran adalah pantai berpasir hitam dengan bibi pantai yang luars dan ombak yang tidak besar untuk ukuran pantai selatan. Dan ini membuatnya menjadi tujuan wisata pantai utama warga Jawa! Sayangnya hal ini tidak menimbulkan kesadaran para warga dan pelancong untuk menjaga kebersihan. Sampah terlihat di sana sini. Pemerintah pun tidak memberikan perhatian khusus, sehingga potensi Pangandaran dibiarkan meredup. Di pantai yang kita tuju, pasirnya memang lebih putih, namun “kotor”, merujuk pada banyaknya bebatuan, kerang2, sehingga kurang asik untuk melempar tikar dan berjemur. Kesempatan snorkeling tidak mungkin gue lewatkan. Walaupun pemandangan bawah lautnya tidak spesial, beberapa ikan berwarna warni, dan tumpukan rumput laut yang berdansa serasi indah, cukup menghibur gue. Menyewa kapal Rp. 85.000 per kapal, snorkeling set Rp.15.000 per set sepuasnya. Haha.
Melanjutkan perjalanan ke Batu Karas menghabiskan waktu 1 jam dari Pangandaran. Berhenti hanya untuk makan bakso dan mie ayam karena kelaparan. Makan Rp. 6000-12.000. Di tengah perjalanan kami dihadapkan pada kenyataan pahit, Green Canyon berada dalam kondisi yang buruk = coklat dan airnya tinggi. Masuk Batu Karas Rp. 13.000.

Berlayar...

Berlayar...

Penginapan di Batu Karas tidak begitu banyak dan Teratai Hotel termasyur di kalangan pelaku budget trip. Bayangkan, satu rumah dengan 2 kamar dan 1 kamar mandi hanya dihargai Rp. 75.000! Teratai hanya mempunyai sekitar 10 rumah yang terdapat dalam 1 kompleks kecil. Dengan harga seperti itu, tidak heran kami kehabisan tempat. Pindah ke Bonsai Hotel yang bertarif Rp. 400.000 per kamar dengan 6 kasur, bisa tambah ekstra bed, dan kamar mandi luar. Kemahalan buat kami untuk fasilitas seperti itu. JavaCove akhirnya memikat hati kami. Kamar kecil dan manis, dengan 2kasur single bed, kamar mandi, dihargai Rp. 120.000. bisa untuk 4 orang katanya. Mahal memang. Tapi lihat, duduk diteras saja, pemandangan pantai sudah terlihat. Kita bisa duduk2 di Sundaze yang PW berat! Ditemani sebotol Mix Max, segelas teh, atau secangkir kopi, sudah cukup membuat kita merasa uang segitu ga ada artinya. Kita menyewa 3 kamar yang tersisa (hati2, mereka hanya punya 5 kamar!!). 5 kamar di JavaCove Rp. 396.000 (tambah Ppn, hehe).

JavaCove. Kamar kami yang dibelakangnya!!

JavaCove. Kamar kami yang dibelakangnya!!

Brown Canyon

Brown Canyon

Akhirnya kita bisa tenang ke Green Canyon. Walaupun mengecewakan, tapi, kata2 “udah disini lah”, akhirnya membuat kita tetap naik kapal. Ternyata pemandangannya tetap bagus karena melewati lereng2 dan goa purba dengan tetesan air alami. Sampai di ujung. Terlihat air yang berjalan deras, membuat kapal2 tidak bisa lagi berjalan terus. Pada keadaan normal, kapal bisa lanjut ke depan dan kita berjalan kaki ke “danau” alami di tengah yang katanya indah bgt. Tapi ternyata kami beruntung. Berkat kegilaan sopir sampan salah satu perahu yang kami naiki, akhirnya kedua sampan kami dengan gila menerjang ombak dan menyebabkan kami bisa berdiri di batu dan dikelilingi air yang mengalir deras! Ternyata tidak sampai disitu, si abang sampan menawarkan untuk berenang (ya! Di air coklat lumpur itu!) dengan berbody rafting sejauh 500 meteran. Abol ragu2. Tapi pria2 lainnya tidak berpikir 2 kali. IF WE CAN THROUGH THE OSCE, WHAT CRAZIER THING WE CANT DO?? Abol ga mau rugi. Dia ikut juga. Memakai safety jacket kita melompat! Mengikuti arus! Berteriak girang! Diliatin orang2! Ga terhitung banyaknya orang dengan pandangan aneh seperti “ngapain sih orang2 itu?”, “jorok banget sih, goblok”, sampai pandangan iri “ih, gue mau dong!”. Kita mencintai perasaan ini, adrenalin rush ini. Yang pada akhirnya membuat kita memohon si abang sampan untuk kembali membiarkan kita melompat. TOO HELL WITH GREEN CANYON, BABY!! THIS BROWN WATER WILL DO THE TRICK TOO! WOOHOO!!

Memasuki lembah...

Memasuki lembah...

Arus yang deras... kapal pun merapat..

Arus yang deras... kapal pun merapat..

Kami menghabiskan waktu sore bersantai di Batu Karas dengan ombak tenang yang ah….nikmatnya. pasir hitam yang bersih. Langit mendung tidak bisa menghentikan keceriaan orang2 di sana. Bermain di Batu Karas tidak butuh banyak biaya. Kita bisa berjalan jauh ke tengah dan tinggi air hanya sedagu kita. Bersantai tidur di atas ban karet juga menyenangkan. Ada penyewaan surfing, ada permainan banana boat juga.

Morning at Batu Karas

Morning at Batu Karas

Kita makan malam seafood di dekat hotel. Makan gila2an Cuma habis Rp. 169.000 ber 8. Enak…
Paginya, kita masih sempat bermain2 sebentar sebelum pada jam 11 siang, kita beranjak menuju Bandung lagi. Perjalanan yang panjang untuk menutup liburan kali ini. Di bandung kita makan di Boemi Joglo, memesan banyak tempe mendoan, sate sapi yang enak, dan Nasi Liwet yang ga mirip nasi liwet.

Morning at Batu Karas 2

Morning at Batu Karas 2

Setelah di total. Perjalanan kali ini membuat kami mengeluarkan uang kas 250.000 per orang ++. ++ dihitung untuk makan2an kecil lain, pengeluaran2 yang bukan milik bersama. Yah, kira2 per orang habis Rp. 350.000. Menyenangkan rasanya kabur di akhir minggu setelah minggu yang penat. Another great escape…

Great Escape Team

Great Escape Team

Diciembre 28, 2008

Hope and Fears – a football review

Archivado en: sportivo — Bintang Pramodana @ 5:15 am

Tidak perlu lagi gue mengatakan bahwa gue adalah Liverpudlian. And this season is their best chance for decade to win EPL. Apakah gue –pada akhirnya- akan benar2 menyaksikan Liverpool menjuarai EPL? Entahlah, gue hanya bisa berharap. Ini adalah tim terbaik Liverpool sejak gue mendukung tim ini belasan tahun lalu.

Di depan gawang, Pepe Reina jelas adalah salah satu kiper terbaik di dunia saat ini. Dan semua penjaga gawang Liverpool sejak jaman David James, Sander Westerveld, Brad Friedel, dan Jerzy Dudek berada pada 1 level di bawahnya.

Liverpool mempunyai bek tengah yang sangat hebat jika mereka semua fit. Tidak ada yang meragukan Jamie Carragher. Gue rasa dia rela mematahkan kaki kirinya demi menjaga gawang Reina. Dan tentu saja, Daniel Agger dan Martin Skrtel, 2 bek muda paling menjanjikan saat ini. Siapa lagi bek muda yang sehebat mereka, katakan pada gue. Siapa lagi pemain pengganti sebaik legenda Finlandia, Sami Hyypia, yang di klub lain sudah pasti menjadi pilihan pertama. Masalahnya, di posisi full back Liverpool tidak pernah serapuh ini. Alvaro Arbeloa menjaga sisi kanan tanpa pengganti yang memadai. Di sisi kiri lebih kritis lagi. Sejak John Arne Riise kehilangan sentuhannya dan dibuang ke Roma awal musim ini, tidak ada yang benar settle di sana. Aurelio bukannya jelek, tapi kebiasaannya cedera sungguh mengkhawatirkan. Andrea Dossena lebih mengerikan, mungkin lebih baik bermaik dengan 10 orang saja. Harapan ada pada bek muda Argentina, Emilliano Insua, yang bermain brilian saat melawan Arsenal. Tapi ia pemain muda, mentalnya belum lagi terasah.

Sangat sedikit klub yang memiliki gelandang tengah sekomplit Liverpool saat ini. Steven Gerrard, si legenda hidup Liverpool, si kapten super yang selalu menjadi tumpuan harapan. Xabi Alonso dalam permainannya yang paling gemilang sejak masuk tahun 2004 lalu, pemain timnas Spanyol yang baru saja menaklukkan Eropa. Ada lagi Javier Mascherano, kapten Argentina yang selalu hadir buat pemain2 lawan, untuk menghajar mereka. Lucas Leiva mungkin 1 level di bawah mereka semua, tapi ia punya potensi. Pemain terbaik Liga Brazil 2006 dan mantan kapten Brazil U-20 sudah cukup untuk membuktikan potensinya. Dibawah mereka masih ada Damien Plessis, Jay Spearing, dan pemain muda lain yang mungkin harus menunggu lamaaaaaaaa untuk merebut tempat itu dari senior mereka.

Dan sisi sayap selalu menjadi titik lemah Liverpool. Liverpool tidak pernah memiliki pemain sayap yang profilic seperti halnya lawan2 mereka. Namun harapan besar datang sejak Albert Riera bergabung dan langsung nyetel dengan permainan Liverpool di sisi kiri. Si pekerja keras Dirk Kuyt adalah pilihan utama Benitez di kanan. Para pemain pengganti tidak terlalu menjanjikan. Ryan Babel bermain tanpa konsistensi di sayap kiri yang membuat gue berpikir ada baiknya memasang pemain muda ini di posisi favoritnya, penyerang tengah, siapa tahu dia bermain lebih baik. Yossi Benayoun terkadang menemukan kreatifitasnya dan bermain gemilang. Jermaine Pennant malah dalam posisi akan dijual.

Kenapa Ryan Babel tidak mendapat tempat sebagai striker? Tentu saja, siapa bisa menggantikan Fernando Torres, si mantan kapten Atletico yang bermain kesetanan di musim pertamanya tahun lalu. Musim ini Torres banyak cedera, pemain lawan mulai sadar, cara menghentkan Torres adalah dengan membuantnya digotong keluar lapangan. Gue ga heran kalo suatu saat Torres menjadi kapten Liverpool bila dia terus bersama Liverpool. Bila Torres cedera? Siapa lagi yang menggantikan selain pemain mahal dari Totenham itu, Robbie Keane. Keane baru saja menunjukkan kehebatannya dalam 2 pertandingan terakhir ini. Pemain uda David Ngog baru saja didatangkan dari Prancis dan masih menjadi understudy untuk Torres dan Keane. Kriztian Nemeth seharusnya diberi kesempatan. Menonton dia di pertandingan reserve sangat menyegarkan.

Setengah musim sudah berlalu, dan Liverpool masih berada di puncak klasemen. Gue Cuma bisa berharap ini akan terus bertahan. Lain tidak.

« Entradas más recientesEntradas más antiguas »

Blog de WordPress.com.