Arsip Kategori: Future and Finance

Signs and The Test of Perseverance?

P8051543

Orang selalu bilang kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Saya lalu bertanya-tanya, keberhasilan dimana? Di tempat yang sama dengan kegagalankah? Atau di tempat yang berbeda?

Saya masih ragu-ragu bagaimana memandang dari sudut pandang yang mana kegagalan saya pada tes kemarin. Saya tidak lagi terlalu sedih dan kecewa terhadap kejadian itu. Tapi ada rasa kurang yakin pada diri saya bahwa saya harus mengulang kembali ujian tersebut.

Tidak, saya tidak merasa rendah diri. Saya memiliki kepercayaan diri yang cukup terhadap apa yang mampu saya lakukan. Yang saya pikirkan adalah apakah kegagalan ini sebuah tanda bahwa di sana bukanlah jalan yang terbaik untuk saya? Saya mengajukan pertanyaan “apa yang sebenarnya paling saya inginkan?” berkali-kali sampai saya bosan. Dan saya masih belum yakin.

It wasn’t before last year that I decided that I would take the residency in anesthesiologist. Sebagian besar adalah karena ketertarikan saya pada emergency and critical care dan lebih lagi pada pain management.

Saya ingat sebelum itu saya ingin sekali masuk Emergency Medicine. Sayangnya memang di Indonesia belum berkembang. Belakangan saya juga sempat mengobrol dengan 2 orang alumnus EM di Unbraw. Keduanya mengatakan bahwa saya harus cukup gila untuk berjuang memajukan EM di Indonesia. Sebenarnya kalau dipikirkan, bagaimana mungkin IGD rumah sakit di Indonesia saat ini dijaga oleh dokter-dokter umum yang sebagian besar paparan terhadap kasus emergensi di kuliahnya masih minim (termasuk saya). Belum lagi dengan kondisi rumah sakit yang kadang tidak punya sarana dan prasarana yang baik di IGD. Padahal IGD adalah tempat dimana seringnya pengetahuan, kemampuan, pengalaman, dan alat dapat menyelamatkan nyawa manusia. Nyawa manusia Indonesia memang sebegitu murahnya.

Lalu pain management. Sesuatu yang sejak kuliah saya sangat tertarik. Kenapa? Karena keluhan nyeri adalah keluhan yang paling sering di dapati di klinik. Tetapi nyeri kadang dianggap setengah mata oleh para dokter. Pasien yang selalu mengeluh nyeri kadang dibilang cengeng. Yah, walaupun ada juga yang lebay.

Sekarang coba lihat pasien-pasien kanker. Sebagian besar yang dipikirkan dokter adalah operasi, radioterapi, kemoterapi, tapi mungkin tidak banyak yang benar-benar menilai nyeri yang dirasakan oleh pasien. Pasien pun sering merasa takut menyampaikan keluhan nyeri ini. Kenapa? Kadang karena mereka takut bahwa itu adalah gejala kanker mereka makin memberat, kadang juga lebih ingin sang dokter berkonsentrasi pada operasi/kemoterapi dibanding keluhan nyeri mereka. Ini persepsi yang harus dirubah. Sebab itu juga saya ingin mempunyai sebuah klinik khusus nyeri, yang lagi-lagi belum berkembang baik di Indonesia.

Jadi, saya sekarang berada di persimpangan. Antara harus kembali mengambil ujian anestesi dan mendalami pain management atau critical care, atau take the road less traveled dan mendaftar ke Emergency Medicine dan berjuang di sana?

So, faith is a tricky thing. What do I have to believe now? That it was a sign, or that it was just a test of perseverance, test of character?

Only time has the answer for me.

Dengan kaitkata , ,

[Money_Talk] 2012, A Tough Year Indeed

Tahun 2012 bisa jadi adalah tahun yang vital untuk hidup saya puluhan tahun ke depan. Di tahun ini akan ada beberapa peristiwa penting yang mungkin akan saya alami. Sebelum pertengahan tahun ini saya sudah akan resign dari pekerjaan, lalu mempersiapkan diri untuk memasuki spesialisasi selama 4 tahun (incomeless), lalu sebuah rencana besar lain di akhir tahun.

Semua hal besar butuh niat, doa, kerja keras, dan sebagian besar butuh biaya. Dan kesemuanya tidak mudah dilakukan.

Salah satu yang benar-benar butuh usaha keras adalah mengusahakan tabungan sebesar mungkin agar bisa semandiri mungkin. Apalagi pada laki-laki yang belum berkeluarga seperti saya, penghasilan cukup, dan pekerjaan yang kadang sangat padat sehingga butuh sebuah perasaan untuk ingin selalu memberikan sesuatu pada diri sendiri. Entah itu berupa makanan enak, gadget mahal, atau beberapa sesi traveling.

Saya sendiri termasuk tipe yang agak susah mengatur uang. Oleh karena itu seringnya di awal bulan, saya langsung memecah gaji bulanan saya ke beberapa pos tabungan dan investasi dan hanya meninggalkan sekitar 20% saja di tabungan yang available untuk saya belanjakan bulan itu. Bila tidak seperti ini, uang saya akan habis di awal.

Bertahun-tahun saya sulit sekali menabung disebabkan karena kemalasan saya berurusan dengan bank seperti antrian panjang, tanda tangan yang kurang mirip, dsb. Hal ini sudah tidak menjadi halangan lagi karena dari 4 bank tempat saya menabung, 3 diantaranya dapat menggunakan internet banking. Jadi saya tinggal duduk di depan macbook saya, memencet-mencet tombol, dan they do the rest.

My Investments

Selain tabungan, I religiously invest my money into mutual funds and precious metals. Jadi selain 4 buah tabungan bank, saya punya 4 buah reksadana (mutual fund), emas, dinar emas, serta dirham perak. Apakah saya seorang milyuner?!! Apa penghasilan saya puluhan juta per bulan?!! Sesungguhnya saya hanya karyawan swasta rendahan seperti kebanyakan orang. Semua itu akan segera habis tahun ini, dan saya akan memulai lagi semuanya dari awal. Tapi itu tidak menyurutkan niat saya.

Kadang ada teman-teman saya yang tertarik menanyakan kepada saya tentang selak beluk reksadana sebagai salah satu moda investasi yang mulai sering dibicarakan, khususnya oleh financial planner. Saya sendiri rasanya cukup tahu diri untuk tidak sok tahu. Semua yang saya tahu pun saya dapatkan dengan bergerilya di internet serta toko buku. Dari hanya ingin tahu tentang unit link, tiba-tiba saya sangat tertarik dengan personal finance.

Investing cartoon

Reksadana (Mutual Funds)

Tapi untuk mencoba menyederhanakan, awam ke awam, reksadana itu menitipkan uang kita kepada sebuah tim yang lebih mengerti tentang investasi di saham, obligasi, dan teman-temannya. Kita tinggal pilih komposisi yang sesuai dengan kemauan kita. Saya sendiri termasuk tipe yang lebih senang di reksadana saham.

Salah satu keuntungannya (atau kerugiannya, tergantung darimana melihatnya) adalah kita tidak perlu sibuk memantau saham-saham perusahaan apa yang perlu dibeli/dijual karena sudah diurus orang yang lebih tau. Jadi sebenarnya ini adalah cara yang sangat nyaman dan menyenangkan bagi kita yang tidak mengerti serta tidak punya waktu dan minat untuk belajar investasi langsung di saham.

Lalu apakah pasti untung? Kuncinya ada pada kata “pasti”. Karena tidak ada yang pasti, oleh karena itu, jawaban pertanyaan tadi adalah: tidak pasti untung. Seperti salah satu reksadana saham saya, Panin Dana Maksima, saya membeli dari nilai satuannya 49 ribu, hingga pernah mencapai 59 ribu dalam beberapa bulan saja, lalu ambruk saat krisis kemarin sampai 46 ribu dan sekarang cukup stabil di 53 ribuan. Ketika kita tahu apa tujuan kita berinvestasi, maka ketika harga jatuh kita tidak berpikir “rugi”, tapi justru sedang “diskon”. With that thought, I bought some more!

Screen Shot 2012 01 03 at 8 02 39 PM

Mulai membeli reksadana sendiri sebenarnya tidak sulit. Hampir semua bank besar menjualnya. Saya sendiri sempat beli di Bank Mandiri, walaupun sudah tidak lagi, karena di Bank Mandiri pembelian reksadana harus datang ke kantor cabang. Akhirnya saya memakai Commonwealth Bank yang bisa membeli reksadana dengan internet banking. Dan pembelian yang paling murah ada yang hanya Rp.100.000. Jadi kita bisa menabung sedikit demi sedikit.

Saya sendiri berharap bahwa ketika diperlukan nanti, investasi saya sudah membuahkan hasil walau mungkin belum begitu terasa. Entah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang makin baik sehingga IHSG menembus angka 4000an lagi, serta perkembangan harga emas yang melonjak ke angka 600 ribuan mungkin. Kita lihat saja.

Tapi seperti saya bilang di atas. Seringkali kita ingin sebuah reward dari pekerjaan yang sudah kita lakukan. Dan sialnya tidak cukup dengan melihat tabungan. Kita ingin sesuatu yang nyata! Hah! Oleh karena itu, saat menulis artikel ini pun, saya sambil membeli sebuah iPhone 4 white 32 GB. Ya ampuuunnnn…

NB:
Untuk bacaan bagus mengenai reksadana, silahkan download pdf dari Bapepam di sini

Dengan kaitkata , , , , ,

Dirham yang Mana?

Baru hari ini tiba-tiba saya terpikir untuk mengkonversikan tabungan haji saya ke dalam dirham. Ide ini muncul tiba-tiba saja ketika akan tidur tadi. Oleh karena itu segera setelah bangun saya membuka macbook saya dan mulai browsing di internet.

Sebenarnya sudah beberapa waktu ini saya berminat membeli dirham hanya saya belum bertemu dengan sistem yang semudah m-dinar, dimana saya menabung dinar saya. Gerai dinar saya tahu juga menjual dirham, tapi saya cari-cari sepertinya tidak ada yang online seperti dinar.

Kenapa konversi ke dirham? Alasan investasi sebenarnya. Bila disimpan dalam rupiah, pastinya nilai tabungan haji saya terus menurun karena biaya haji juga terus naik. Dirham pun masih terbilang murah, dan menurut pendapat berbagai ahli masih akan terus naik karena fitrahnya berada pada kisaran 1/15 dari dinar. Saat ini masih sekitar 1/30. Alasan lain tentunya karena ingin sedikit banyak mengaplikasikan hal-hal islami dalam kehidupan saya.

Tapi itulah awal dari kebingungan saya.

Saya akhirnya menemukan ada 3 harga dirham yang cukup jauh berbeda dari penjual yang berbeda. Gerai dinar (GD), wakala induk nusantara (WIN), dan dinarfirst (DF).

Selama ini saya selalu mengira dinar dan dirham yang dijual sudah terstandardisasi dan diakui masyarakat Islam di dunia. Ternyata saya salah. Di Indonesia saja 3 organisasi ini tidak mengakui DD satu sama lain. Semua beranggapan paling benar.

Ini adalah hal yang miris buat saya. Ketika 3 organisasi itu mengklaim ingin memajukan DD sebagai salah satu jalan tegaknya ekonomi Islam dan ingin agar DD menggantikan uang kertas yang penuh riba, mereka sendiri saja tidak mengakui sesama pemroduksi DD. Bagaimana bisa DD menggantikan uang kertas kalau begitu? Bagaimana masyarakat awam seperti saya bisa sepenuhnya percaya pada DD? Ini semua menggelikan!

Ini baru soal mata uang, di 1 negara. Kita belum bisa akur dan sepakat. Belum masuk masalah akidah, di seluruh dunia pula. Saya tidak begitu paham agama, tapi saya merasa ada yang salah dengan ini.

Bahwa pada akhirnya saya memilih salah satu organisasi bukan berarti saya menganggap mereka paling benar dan terpercaya. Saya yakin semua bisa dipercaya. Harapan saya suatu hari nanti masalah di antara mereka bisa selesai dan mata uang DD benar-benar bisa maju demi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Dan semoga tabungan saya benar-benar bisa mengantar saya ke tanah suci. Amin.

Salam.

link:

1. gerai dinar

2. wakala induk nusantara

3. dinarfirst

Dinar/Dirham geraidinar

gerai dinar

Dirham win

WIN

dinar/dirham DF.jpg

Dinarfirst

Dengan kaitkata , , , , , ,

Kenapa Saya Perlu Asuransi Kesehatan?

Belakangan ini saya cukup intens mencari sebuah asuransi kesehatan. Saya mempelajari satu persatu produk askes dari berbagai perusahaan asuransi yang paling mendekati apa yang saya inginkan.

Tapi sebelumnya, kenapa saya perlu asuransi kesehatan?

Sebagai seorang dokter yang bekerja di RS, saya cukup sering berhadapan dengan berbagai kasus penyakit, dari yang ringan hingga yang berat, bahkan yang berujung pada kematian. Satu hal yang tidak pernah lepas dari pelayanan kesehatan adalah biaya.

Sebagian besar kasus yang saya hadapi adalah kasus-kasus ringan, yang tidak membutuhkan biaya besar, khususnya bila memakai obat generik. Atau bahkan tidak perlu obat sama sekali. Atau tindakan medis simpel. Namun, pada sebagian kecil kasus, saya menemui berbagai keadaan yang secara medis sudah sulit yang makin dipersulit dengan masalah keuangan.

Contoh kasus yang paling mudah adalah pasien-pasien kecelakaan lalu lintas. Pasien-pasien ini adalah orang sehat yang mendadak sakit karena musibah di jalan raya. Lagi-lagi, pada sebagian besar kasus, pasien hanya lecet-lecet atau luka robek yang perlu dijahit. Sebagian kecil yang kurang beruntung berakhir dengan patah tulang.

Di sinilah masalah dimulai. Kasus patah tulang sebagian besar sebenarnya harus ditangani dengan operasi oleh spesialis orthopedi atau bedah tulang. Namun, biaya operasi bedah tulang berkisah 10 juta ke atas. Yang paling parah yang pernah saya dapat di sini, operasinya saja butuh biaya 80 juta! Belum biaya perawatan dan obat.

Surgery cartoon

Saya sendiri sebagai dokter pun belum tentu sanggup membayar biaya sedemikian besar. Dan saya yakin sebagian golongan kelas menengah pun tidak mempunyai tabungan sedemikian besar. Masalah kesehatan seperti ini adalah masalah yang bisa membuat anda bangkrut dan anak anda berhenti sekolah! Di situlah perlunya asuransi kesehatan.

Lalu asuransi seperti apa yang saya perlukan?

Banyak sekali penawaran asuransi kesehatan yang ada sekarang. Sebagian besar digabungkan dengan investasi, atau yang disebut dengan unit link. Beberapa yang terkenal seperti p*tial, ax*, m*life, dan banyak lagi.

Pada unit link, sebagian uang yang dibayarkan perbulan itu dimasukkan dalam sebuah moda investasi, sehingga terkesan premi yg dibayarkan pasien tidak hangus. Konsumen biasanya juga hanya diwajibkan membayar rata-rata selama 10 tahun. Hal ini karena dalam 10 tahun, diharapkan keuntungan dari investasi konsumen tersebut melebihi jumlah premi yang harus dibayarkan. Sampai di sini, semua-nya terkesan bagus sekali. Dalam beberapa puluh tahun pun konsumen diiming-imingi uang yang cukup besar sebagai hasil investasinya.

Tapi ada yang perlu diketahui di sini. Lepas dari argumentasi masalah investasi yang dilakukan unit link, ada juga masalah dari segi askes. Konsumen sering kali tidak paham betul apa yang mereka dapat dari askes. Kekecewaan sering hadir ketika biaya pengobatan tidak diganti atau melebihi tanggungan, padahal mereka merasa membayar uang yang tidak sedikit untuk itu.

Insurance policy arrows 459665

Belum lagi biaya kesehatan yang juga mengalami inflasi seiring waktu. Bila hari ini operasi apendisitis (usus buntu) adalah 10 juta, maka 20 tahun lagi jangan-jangan bisa mencapai lebih 20 juta! Apakah dengan uang pertanggungan asuransi yang sama bisa membantu kita di tahun-tahun itu?

Oleh karena itu akhirnya saya memutuskan mencari askes murni saja, tidak dipotong investasi dan premi hangus dibayar pertahun. Pada askes murni, premi akan hangus walaupun tidak ada klaim, walaupun ada beberapa asuransi yang memberi diskon perpanjangan bila tidak pernah klaim. Semakin tua umur dan semakin tinggi harga RS nantinya, premi juga pasti bertambah tinggi. Yang saya bayar benar-benar cuma risiko 1 tahun itu saja.

Satu lagi yang saya cari adalah asuransi dengan manfaat pembedahan yang besar dengan biaya premi yang sama dengan yang lain. Tidak mengapa manfaat kamar atau obat tidak besar, tidak mengapa juga tidak ada manfaat rawat jalan. Biaya kamar sehari kalaupun mau naik kelas tidak sebegitu besar, obat pun saya bisa pilih yang generik. Rawat jalan juga tidak terlalu perlu karena saya sendiri seorang dokter. Jadi benar-benar sesuai keinginan dan kemampuan saya.

Selain itu, kepraktisan juga menjadi pertimbangan. Carilah perusahaan asuransi yang mudah dan cepat dalam membayar klaim. Sistem asuransinya pun macam-macam. Saya lebih memilih yang cashless atau memakai kartu dengan jaringan yang banyak. Jadi tidak perlu bawa banyak uang untuk membayar lalu kemudian diganti (reimburse).

Sebenarnya saya tidak terlalu ahli juga mengenai asuransi ini. Saya hanya ingin sedikit berbagi ilmu dari apa yang saya alami dan baca. Ada baiknya anda pun mencari tahu sendiri, apa yang anda butuhkan, dan produk seperti apa yang harus anda cari.

Healthinsurance

Semoga bermanfaat!

Dengan kaitkata , , , ,

The Dream House

Today I was browsing in the internet when suddenly I had the idea about a new post. Its about my idea of a dream-house I wish I have later in life. Sooner, I hope, rather than later.

Everybody has their own ideas about their dream-house. My ideas, unsurprisingly, reflect many things that I value most. And if design really has genre, like music, well, maybe I’ll describe my idea with “eco modern minimalist”. I wonder if that genre really exist. Haha.

Bookshelf

My early life is all about books, and more books. Although nowadays I read less and less, books are still one important component I’d like to have in the house. So, I need bookshelves. Not the usual and boring ones (well, the kind that stood in my room for years, hehe), but something unique, unusual. Edgy.

I run across some design that catch my eyes.

Childrens furniture tree bookcase shawn soh

for long has been my favorite bookshelf design!

1734 612x612 21

good use of the under-the-stair space

4576 612x612 21

simple!

15892 612x612 21

this is an actual stairs!! brilliant!!

Contemporary plywood chair design with the book shelf under the cushion for simplicity when reading a book

cool!!

Reading room

I also need a reading room, because I need a place for my own for reading and working purposes. A room that makes me feel comfortable reading for hours, with good music (from a good stereo!), and good cups of coffee. I’d prefer the room to have some kind of warm ambience, not too cold and serious.

14085010783

modern minimalist

Reading room design ideas

a little bit cold for my liking, but love the view

015

this looks warm and quite classic

 

Kitchen

This is also one key elements in my house. I want a nice small kitchen! If possible, I’d like it to be placed at the centre of the house. So its kinda family place. I don’t want a big dinner table, just a small one attached to the kitchen. We will talk about how life has been going in company of a nice pasta I cooked. Nice and simple life!

Coffee is my favorite drink. Without saying, I always dream to have my own espresso machine. When friends come over, we’ll serve them “penne with mushroom cream sauce, and one cup of cold cappuccino”.

5 chintz kitchen 1007 xlg 31566024copy

Love it!

Island counter

Speechless!

Minimnlist Country Kitchen Design Ideas

more traditional

9 griffith kitchen 0608 xlg 15159836 75549510copy

the wood is perfect

Rooftop garden

But, where’s the eco-thing? Well, you see it right here, at the top of the house. I imagine a musholla up there with flowers and fruit’s trees around it. Some of the day, we can enjoy the afternoon sitting on the roof, watching as the sun comes down.

Images

imagine sitting here all afternoon

Roof garden overview design decorates

colorful indeed

Roof Garden design decoration ideas

a little more bourgeoisie,eh?

Yes, I realize that it will be no cheap. But my friend, dreams are the one that keep us going.

Dengan kaitkata , , , , , , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 194 pengikut lainnya.