Sudah sebulan ini saya sakit, batuk yang tidak kunjung sembuh juga. Saya sudah minum berbagai obat dan hal-hal lain seperti kencur dan jahe, berhenti makan dan ngemil gorengan, tetap berolahraga, tapi batuk ini tak kunjung reda juga. Berbagai diagnosis juga sudah saya pertimbangkan. Belum ada hasil.
Sebagai seorang dokter mungkin saya sesekali merasa sombong, dan lupa bahwa saya hanyalah perantara saja dari Yang Maha Kuasa ini untuk membantu orang lain. Mungkin saya sedang diingatkan.
Seringkali hal-hal yang terbaik dalam hidup itu gratis, and we all take them for granted. Keadaan ini yang membuat kita lupa untuk bersyukur. Selama 1 bulan lebih batuk dan tidak leluasa untuk bernafas, saya jadi mengerti betapa mahalnya harga sebuah tarikan nafas itu bila hal yang gratis itu di ambil sementara?
Pagi ini, di ICU, seorang anak yang dalam kondisi kritis terpaksa saya pasang alat bantu nafas melalui tenggorokannya, alat yang menggantikan fungsi otot-otot pernafasannya. This kid fought his disease a moment too long. All of a suddent his heart stopped too. The kid didn’t respond to anything we give to him. He passed away.
Sebuah tarikan nafas yang gratis itu menjadi hal yang tidak terbeli. Detak jantung yang tidak pernah kita sadari ada, yang ketika hilang beberapa detik saja akan berakibat fatal.
Dan kita masih saya menggerutu karena hal kecil?
Orang sering bilang untuk hidup mereka perlu cinta, kebahagiaan, keluarga, uang. Sebenarnya, yang benar-benar kita butuhkan untuk hidup adalah an effortless breathing and a beating heart.
Emang masih belum terlalu sembuh batuk ato tidak nyamannya.itu ada produk melia tur, sediaan spray beli aja..bagus itu.harga sekitar Rp 150.000/botol kecil spray. By dr.agung
wah apa itu bang? baru denger, hehe. sehat itu mahal yo