Belakangan ini saya cukup intens mencari sebuah asuransi kesehatan. Saya mempelajari satu persatu produk askes dari berbagai perusahaan asuransi yang paling mendekati apa yang saya inginkan.
Tapi sebelumnya, kenapa saya perlu asuransi kesehatan?
Sebagai seorang dokter yang bekerja di RS, saya cukup sering berhadapan dengan berbagai kasus penyakit, dari yang ringan hingga yang berat, bahkan yang berujung pada kematian. Satu hal yang tidak pernah lepas dari pelayanan kesehatan adalah biaya.
Sebagian besar kasus yang saya hadapi adalah kasus-kasus ringan, yang tidak membutuhkan biaya besar, khususnya bila memakai obat generik. Atau bahkan tidak perlu obat sama sekali. Atau tindakan medis simpel. Namun, pada sebagian kecil kasus, saya menemui berbagai keadaan yang secara medis sudah sulit yang makin dipersulit dengan masalah keuangan.
Contoh kasus yang paling mudah adalah pasien-pasien kecelakaan lalu lintas. Pasien-pasien ini adalah orang sehat yang mendadak sakit karena musibah di jalan raya. Lagi-lagi, pada sebagian besar kasus, pasien hanya lecet-lecet atau luka robek yang perlu dijahit. Sebagian kecil yang kurang beruntung berakhir dengan patah tulang.
Di sinilah masalah dimulai. Kasus patah tulang sebagian besar sebenarnya harus ditangani dengan operasi oleh spesialis orthopedi atau bedah tulang. Namun, biaya operasi bedah tulang berkisah 10 juta ke atas. Yang paling parah yang pernah saya dapat di sini, operasinya saja butuh biaya 80 juta! Belum biaya perawatan dan obat.
Saya sendiri sebagai dokter pun belum tentu sanggup membayar biaya sedemikian besar. Dan saya yakin sebagian golongan kelas menengah pun tidak mempunyai tabungan sedemikian besar. Masalah kesehatan seperti ini adalah masalah yang bisa membuat anda bangkrut dan anak anda berhenti sekolah! Di situlah perlunya asuransi kesehatan.
Lalu asuransi seperti apa yang saya perlukan?
Banyak sekali penawaran asuransi kesehatan yang ada sekarang. Sebagian besar digabungkan dengan investasi, atau yang disebut dengan unit link. Beberapa yang terkenal seperti p*tial, ax*, m*life, dan banyak lagi.
Pada unit link, sebagian uang yang dibayarkan perbulan itu dimasukkan dalam sebuah moda investasi, sehingga terkesan premi yg dibayarkan pasien tidak hangus. Konsumen biasanya juga hanya diwajibkan membayar rata-rata selama 10 tahun. Hal ini karena dalam 10 tahun, diharapkan keuntungan dari investasi konsumen tersebut melebihi jumlah premi yang harus dibayarkan. Sampai di sini, semua-nya terkesan bagus sekali. Dalam beberapa puluh tahun pun konsumen diiming-imingi uang yang cukup besar sebagai hasil investasinya.
Tapi ada yang perlu diketahui di sini. Lepas dari argumentasi masalah investasi yang dilakukan unit link, ada juga masalah dari segi askes. Konsumen sering kali tidak paham betul apa yang mereka dapat dari askes. Kekecewaan sering hadir ketika biaya pengobatan tidak diganti atau melebihi tanggungan, padahal mereka merasa membayar uang yang tidak sedikit untuk itu.

Belum lagi biaya kesehatan yang juga mengalami inflasi seiring waktu. Bila hari ini operasi apendisitis (usus buntu) adalah 10 juta, maka 20 tahun lagi jangan-jangan bisa mencapai lebih 20 juta! Apakah dengan uang pertanggungan asuransi yang sama bisa membantu kita di tahun-tahun itu?
Oleh karena itu akhirnya saya memutuskan mencari askes murni saja, tidak dipotong investasi dan premi hangus dibayar pertahun. Pada askes murni, premi akan hangus walaupun tidak ada klaim, walaupun ada beberapa asuransi yang memberi diskon perpanjangan bila tidak pernah klaim. Semakin tua umur dan semakin tinggi harga RS nantinya, premi juga pasti bertambah tinggi. Yang saya bayar benar-benar cuma risiko 1 tahun itu saja.
Satu lagi yang saya cari adalah asuransi dengan manfaat pembedahan yang besar dengan biaya premi yang sama dengan yang lain. Tidak mengapa manfaat kamar atau obat tidak besar, tidak mengapa juga tidak ada manfaat rawat jalan. Biaya kamar sehari kalaupun mau naik kelas tidak sebegitu besar, obat pun saya bisa pilih yang generik. Rawat jalan juga tidak terlalu perlu karena saya sendiri seorang dokter. Jadi benar-benar sesuai keinginan dan kemampuan saya.
Selain itu, kepraktisan juga menjadi pertimbangan. Carilah perusahaan asuransi yang mudah dan cepat dalam membayar klaim. Sistem asuransinya pun macam-macam. Saya lebih memilih yang cashless atau memakai kartu dengan jaringan yang banyak. Jadi tidak perlu bawa banyak uang untuk membayar lalu kemudian diganti (reimburse).
Sebenarnya saya tidak terlalu ahli juga mengenai asuransi ini. Saya hanya ingin sedikit berbagi ilmu dari apa yang saya alami dan baca. Ada baiknya anda pun mencari tahu sendiri, apa yang anda butuhkan, dan produk seperti apa yang harus anda cari.

Semoga bermanfaat!
intinya pake apa lo? hoho..krn g sempet tertarik unit link itu..tp akhirnya kandas karena setelah buka2 di www, ga gitu disaranin dia..
intinya, apa yang elo perlu, gitu. gue baru mau pake askes murni dari sebuah prusahaan (ga sebut nama, ntar dikira agen, hehe). karena gue ga butuh investasi unit link. gue invest sendiri di reksadana sama LM
gw udah tlanjur ikut unitlink sblm ptt, pas gw pikir 2 lg stlh ikut emg agak nyesal. Tp udah tlanjur
*Asal jgn jd pengangguran tlalu lama aja pas ntar pulang. Eh, lu udah ada LM ya? Ciee.. Hehe
gw baru mw nyoba reksa pas pulang ntar. O iya, tang tulis ttg reksadana dongs, penjelasan yg lebih simpel. Gw udah srg baca tp kadang msh blm mudeng jg. :p
yah, mendingan keluar sekarang daripada ruginya udah puluhan tahun, hehehe. udah, baru mulai beli dikit2 gue LM. RD ya? haduh, gue malu nulisnya, haha, banyak yg expert soalnya. tapi coba deh ntar gue tulis ya
Halo dokter, salam kenal ya
sy tertarik setelah baca tulisan dokter diatas karena sy bertepatan bekerja membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya seperti proteksi kesehatan ini.
ijinkan sy sharing informasi program perlindungan kesehatan, yang bukan unit link dan premi tidak hangus. Di program ini perlindungan penggantian biaya rumah sakit seumur hidup (sampai usia 99 tahun), preminya tetap dari pertama ikut program ini, mendapat bonus-bonus di usia 75 tahun dan 85 tahun serta premi yg terbayar 100% kembali bila mengalami resiko meninggal. Plafon biaya kesehatan pilihannya dari 500 jut s/d 2.5 milyar.
Manfaat rumah sakit dan pembedahan :
1.Biaya kamar per hari
2.Biaya unit perawatan intensif perhari,
3.biaya penyakit kritis (kematian otot jantung, operasi bypass pembuluh darah koroner, stroke, kanker, gagal ginjal, transplantasi organ tubuh utama, kebutaan, multiple sclerosis, koma, penyakit hati stadium akhir, polio dan muscular dystrophy ),
4.biaya pembedahan,
5.biaya konsultasi dokter,
6.biaya obat /resep per hari,
7 biaya ambulan
contoh :
Mr. Prospek berusia 34 tahun, premi per tahun Rp.6.330.000 (tetap), pilihan plafonnya Rp.500 juta.
di usia 50 tahun Mr. Prospek sakit dan mengalami perawatan di rmh sakit. di usia 50 thn tersebut brarati Mr. Prospek telah membayar premi sebanyak 16 kali ( 101.280.000). Saat masa perawatan telah terpakai 200 juta dari plafonnya berarti sisa 300 juta (plafonnya 500jt – yg dipakai 200jt = 300jt sisanya).
Dengan segala upaya, ternyata resiko meninggal terjadi, maka pihak asuransi mengembalikan Rp.101.280.000 tersebut kepada pihak keluarga., meski saat perawatan telah terpakai dana dari plafon 500jt tersebut sebanyak 200 juta.
Dari cth yg singkat diatas, bisa diasumsikan bahwa program ini memberikan biaya perawatan rumah sakit “gratis” kepada Mr. Prospek, karena total preminya semua kembali.
Demikian sharing singkat dari saya mengenai program asuransi kesehatan murni ini (standalone).
Untuk informasi, bisa menghubungi saya dgn Egar 085717749494 atau pin bb sy 25f130e8
Terima kasih.
wuih, ada yang langsung mrospek nih
pekerja asuransi memang gesit. hehe. but, no offense, it does sound like a unit link
Yang perlu dicermati kalau membeli asuransi yang hangus tahunan adalah, kalau kita terkena sesuatu yang cukup berat di tahun tertentu, maka pihak insurer berhak untuk tidak menyetujui perpanjangan asuransi kesehatan kita di tahun berikutnya…
Silakan pelajari dan cermati pasal demi pasal auransi kesehatan tersebut…
Jika itu terjadi, siapkah kita dengan konsekuensi yang akan timbul?
betul sekali. ini memang salah satu risikonya. memakai yang seumur hidup pun ada risikonya, siapkah kalo uang asuransi yang dibayarkan tidak menutup semua cost?
Ijin mengutip tulisannya ya dok.
silahkan