polaroid hitam putih

Mayo 7, 2009

2 Things To Learn For Barcelona

Archivado en: sportivo — Bintang Pramodana @ 4:09 am

Malam ini kita lagi-lagi melihat drama dalam sebuah pertandingan sepak bola. Dan lagi-lagi sebuah pertandingan yang tidak sehat untuk jantung, bahkan untuk yang bukan pendukung salah satu tim. Pertandingan Chelsea melawan Barcelona seharusnya dapat mengajari Barca beberapa hal.

Satu, bahwa semua tim Inggris akan sulit dikalahkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini tim-tim Inggris adalah tim-tim terkuat di Eropa. Okelah Barcelona hari ini keluar sebagai pemenang dengan 63% possession dan 14 tendangan. Tapi tunggu dulu, sadarkah anda bahwa Barca hanya 1 kali menendang ke arah gawang, yaitu pada saat Iniesta mencetak gol? Chelsea membuat hidup Barca sulit dengan bermain rapat dan efektif. Chelsea menerapkan closing down hampir kepada semua pemain Barca yang memegang bola. Attractive football-nya Barca melawan Effective football-nya Chelsea. Guardiola boleh memprotes bahwa Chelsea mempermalukan sepakbola menyerang dengan bermain negatif. Tapi itu hanya alasan saja, karena Guardiola sendiri tahu bahwa bermain terbuka dan menyerang melawan Barca adalah mempermalukan diri sendiri. Lihat Madrid. Guardiola hanya sedang melakukan mind games.

Melawan MU di final, Barca harus siap menghadapi permainan rapat itu lagi. Messi tidak mungkin diberikan waktu berlama-lama dengan bola. Iniesta dan Xavi bolehlah punya skill untuk memegang bola, tapi pada siapa bola harus dioper ketika Eto’o tidak bisa bergerak? Ditambah lagi bila Barca bermain dengan barisan belakang yang medioker seperti hari ini. Mereka beruntung Anelka tidak mendapat penalti dari handsball Pique. Abidal tidak ada, berarti harus ada taktik lain melawan sayap2 MU.

Dua, bahwa Barca kekurangan pemain tengah dengan karakter fisik yang kuat. Ini terlihat vital hari ini ketika Chelsea memainkan 3 orang gelandang tengah dengan fisik prima. Ballack, Lampard, dan Essien jelas jauh lebih unggul dalam permainan fisik melawan Iniesta dan Xavi. Lihat berapa kali gelandang2 tengah Chelsea ini melakukan tackling2 dan body charge yang menyulitkan atraksi gelandang2 tengah Barca. Guardiola dan pelatih2 Barca sebelumnya terlalu puas dengan kemampuan brilian gelandang2nya yang memang super, tapi tidak berpikir akan ada pertandingan2 seperti malam ini. Ya ya, Barca memang lolos, tapi kita harus melihat bahwa itu hanya sedikit keberuntungan. Messi tidak sesulit itu dihentikan. Saya ingat 2 tahun yang lalu Messi juga dibuat tidak bergerak oleh Alvaro Arbeola.

Sebagai pendukung Liverpool, jelas saya mendukung Barcelona untuk final kali ini. Peraturannya jelas, semua boleh juara kecuali MU. Tapi saya juga harus realistis bahwa MU sedang dalam permainan terbaiknya. Dan walaupun Barcelona adalah tim dengan rekor gol menakutkan, saya rasa, melawan MU itu tidak cukup. Tim2 Inggris tidak seperti Madrid jaman sekarang yang Cuma bisa buang2 duit dan terlalu banyak omong.

Selamat menunggu 27 Mei di Roma!

2 comentarios »

  1. “Peraturannya jelas, semua boleh juara kecuali MU”
    HAH! syapa ya yg bikin peraturan itu? gw bikin peraturan jg ah..semua ga boleh juara kecuali MU! hehehe…klw lo liat facebook gw, profil gw MU family tau..
    Glory Glory Manchester United!
    MU : simply the best!
    Hidup MU! hehe..
    may the best team win!

    Comentario por Adhe — Mayo 15, 2009 @ 6:59 pm

  2. mengerikan.. tidak ada yg lebih buruk daripada MU family… haha

    Comentario por Bintang Pramodana — Mayo 15, 2009 @ 11:49 pm


Canal RSS de los comentarios de la entrada. URI para TrackBack.

Deja un comentario

Blog de WordPress.com.