polaroid hitam putih

Mayo 10, 2009

Tiba-Tiba Saya Ingin Menjadi Menteri Pariwisata Indonesia

Archivado en: travel — Bintang Pramodana @ 6:58 pm

Entah kenapa pikiran ini tiba-tiba saja muncul di kepala saya. Mungkin karena kekesalan saya pada fakta bahwa industri pariwisata Indonesia bagai berjalan ditempat dan tidak ada langkah-langkah strategis dan nyata untuk mengubah itu semua. Jangan bilang slogan Visit Indonesia yang Cuma jadi sekedar slogan. Buka website-nya, dan kita bisa temukan tidak ada informasi berarti sama sekali dari situ. Kementrian kayaknya tidak tahu apa kekuatan dan kelemahan industri kita ini. bahkan, jangan-jangan mereka juga tidak tahu bahwa ada lagi lokasi pariwisata kelas dunia selain Bali??

Buat saya, yang orang awam ini aja, kekuatan pariwisata Indonesia bukannya pada mall-mall di Jakarta sehingga kita harus latah bikin sale-sale kayak di Singapur. Come on, itu emang kekuatan Singapur karena mereka ga punya tanah yang luas dan pemandangan alam yang kaya. Tapi mereka bisa maju. Belakangan, saya melihat mereka mulai bergerak ke industri musik dengan mengadakan konser-konser kelas dunia. Musisi Singapur memang ketinggalan jauh banget dari Indonesia, tapi mereka tau gimana cara manfaatin kelemahan itu.

Kekuatan Indonesia pada dasarnya justru pada nature itu sendiri. Kenapa musti latah dengan sale-nya Singapur dan Truly Asia-nya Malaysia? Kita bisa dan harusnya emang jadi pusat kegiatan adventure di Asia! Coba, apa yang ga ada di Indonesia? Dari langit, kita punya paragliding, bisa terjun payung. Di tanah, kita punya banyak gunung-gunung untuk ditaklukan, dan kebanyakan kalian pasti tidak tahu kita punya lokasi trekking savana di Jawa Timur. Kita tidak kekurangan pantai, pasti sedikit juga di antara kita yang pernah menjelajahi pantai Karimun Jawa dan Senpu yang notabene masih di Jawa! Lokasi snorkeling dan diving kita berlimpah ruah. NG menyebutkan bahwa kita punya 34 spot diving sedangkan Thailand hanya 13. Tapi pendapatan Thailand mencapai 240 juta dolar AS, Indonesia HANYA maksimum 24 juta!! Itu 10 kalinya teman2!

Apa yang menyebabkan pariwisata kita segitu mandeknya melihat banyaknya potensi yang kita punya. Saya pikir ada 2 masalah utama. Sulitnya transportasi dan kurangnya informasi. Gini aja deh. Satu-satunya kesempatan kita untuk masuk 7 wonders of nature setelah Borobudur dicoret adalah Pulau Komodo. Masalahnya, saya yakin sekali bahwa 95% orang Indonesia belum pernah menginjakkan kaki di sana! Lebih parah, asumsi saya 50% di antaranya tidak tahu Pulau Komodo itu dimana. Ironis ga sih? Saya bahkan harus menghabiskan waktu 2 minggu penuh riset untuk memiliki gambaran rute untuk ke Pulau Komodo, sebagian besar dari Lonely Planet dan website tulisan bule-bule. Yang paling ironis adalah, bahwa website PELNI tidak memiliki jadwal untuk armada-armadanya, namun saya memperoleh data lengkap perjalanan PELNI selama tahun 2009 ini dari website Lonely Planet hasil riset seorang Swedia selama berbulan-bulan. Gila ga sih? Mahalnya transportasi juga jadi masalah besar. Raja Ampat adalah situs diving dan snorkeling yang terkenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Untuk ke sana, tiket pesawat ke Papua bisa menghabiskan 7-8 juta PP. tambahkan 1-2 juta lagi, dan anda sudah bisa mendarat di Madrid!! Ayolah, bukankah ini menggelikan?

Saya ga pengen meracau tanpa solusi. Yah, walaupun kemungknan kecil akan ada yang baca dan melaksanakannya. Kalau saya jadi menteri Pariwisata, selain program visit Indonesia yang terkesan basa-basi itu lebih dioptimalkan dengan slogan yang lebih spesifik (misal: Adventure Indonesia, atau apalah), kayaknya program per tahun juga bisa mendukung itu. Maksud saya, bikinlah tiap tahun tema kunjungan yang berbeda. Contoh: Snorkeling Komodo Island 2010. Nah, selama setahun penuh dirancanglah segala hal yang dapat meningkatkan minat orang ke sana. Dengan promosi, dengan bekerjasama dengan perusahaan2 transportasi untuk berkomitmen menekan biaya, dengan agen2 travel yang menawarkan paket2 murah, pokoknya memudahkan kita ke sana deh. Nanti dilanjutkan dengan Sailing Musi 2011 misalnya, terus Trekking Borneo 2012, atau apalah.

Haha. Pada akhirnya saya tidak tahu tujuan menuliskan ini apa. Mungkin Cuma sekedar membuang unek-unek biar ga kesel sendiri.Setuju dengan adek dan pacar saya yang bilang bahwa mentri di Indonesia ga dipilih berdasarkan kompetensi dan passion, tapi lebih kepada kepentingan politis dan koalisi. Sampah. Lain kali, pilihnya orang yang mencintai pariwisata untuk menteri pariwisata, orang yang mencintai sepakbola untuk PSSI, orang yang mencintai pendidikan untuk mentri pendidikan. Orang yang mencintai uang untuk mentri keuangan?? Hahaha.

Tabik!

Gambar 1 Pulai Sikuai – Sumatra

Gambar 2 Baluran Savanna – Jawa Timur

Gambar 3 (bukan di Afrika) Way Kambas – Lampung

 

Mayo 7, 2009

2 Things To Learn For Barcelona

Archivado en: sportivo — Bintang Pramodana @ 4:09 am

Malam ini kita lagi-lagi melihat drama dalam sebuah pertandingan sepak bola. Dan lagi-lagi sebuah pertandingan yang tidak sehat untuk jantung, bahkan untuk yang bukan pendukung salah satu tim. Pertandingan Chelsea melawan Barcelona seharusnya dapat mengajari Barca beberapa hal.

Satu, bahwa semua tim Inggris akan sulit dikalahkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini tim-tim Inggris adalah tim-tim terkuat di Eropa. Okelah Barcelona hari ini keluar sebagai pemenang dengan 63% possession dan 14 tendangan. Tapi tunggu dulu, sadarkah anda bahwa Barca hanya 1 kali menendang ke arah gawang, yaitu pada saat Iniesta mencetak gol? Chelsea membuat hidup Barca sulit dengan bermain rapat dan efektif. Chelsea menerapkan closing down hampir kepada semua pemain Barca yang memegang bola. Attractive football-nya Barca melawan Effective football-nya Chelsea. Guardiola boleh memprotes bahwa Chelsea mempermalukan sepakbola menyerang dengan bermain negatif. Tapi itu hanya alasan saja, karena Guardiola sendiri tahu bahwa bermain terbuka dan menyerang melawan Barca adalah mempermalukan diri sendiri. Lihat Madrid. Guardiola hanya sedang melakukan mind games.

Melawan MU di final, Barca harus siap menghadapi permainan rapat itu lagi. Messi tidak mungkin diberikan waktu berlama-lama dengan bola. Iniesta dan Xavi bolehlah punya skill untuk memegang bola, tapi pada siapa bola harus dioper ketika Eto’o tidak bisa bergerak? Ditambah lagi bila Barca bermain dengan barisan belakang yang medioker seperti hari ini. Mereka beruntung Anelka tidak mendapat penalti dari handsball Pique. Abidal tidak ada, berarti harus ada taktik lain melawan sayap2 MU.

Dua, bahwa Barca kekurangan pemain tengah dengan karakter fisik yang kuat. Ini terlihat vital hari ini ketika Chelsea memainkan 3 orang gelandang tengah dengan fisik prima. Ballack, Lampard, dan Essien jelas jauh lebih unggul dalam permainan fisik melawan Iniesta dan Xavi. Lihat berapa kali gelandang2 tengah Chelsea ini melakukan tackling2 dan body charge yang menyulitkan atraksi gelandang2 tengah Barca. Guardiola dan pelatih2 Barca sebelumnya terlalu puas dengan kemampuan brilian gelandang2nya yang memang super, tapi tidak berpikir akan ada pertandingan2 seperti malam ini. Ya ya, Barca memang lolos, tapi kita harus melihat bahwa itu hanya sedikit keberuntungan. Messi tidak sesulit itu dihentikan. Saya ingat 2 tahun yang lalu Messi juga dibuat tidak bergerak oleh Alvaro Arbeola.

Sebagai pendukung Liverpool, jelas saya mendukung Barcelona untuk final kali ini. Peraturannya jelas, semua boleh juara kecuali MU. Tapi saya juga harus realistis bahwa MU sedang dalam permainan terbaiknya. Dan walaupun Barcelona adalah tim dengan rekor gol menakutkan, saya rasa, melawan MU itu tidak cukup. Tim2 Inggris tidak seperti Madrid jaman sekarang yang Cuma bisa buang2 duit dan terlalu banyak omong.

Selamat menunggu 27 Mei di Roma!

Blog de WordPress.com.