polaroid hitam putih

Abril 30, 2009

3 Dead Bodies and I’m Writing About Nothing

Archivado en: siempre de vida — Bintang Pramodana @ 9:24 am

Something has gotten into me these days. Like, gosh, those days are coming. Those days when we will be no longer the kid from college. The days when we have to face life like an adult. The real life, like they say, has just begun.

Its not that we didn’t want to grow up. Its just, for me, in medical school, life walks slower. We grow inches by inches while in other places, the other kids grow running. Haha. Maybe its because the system of education in medical school is no different than when we were in elementary school!! We just have to follow the system. We don’t have to think (or maybe the contents of what we learn are just that enormous?!). We are now too hesitant to walk out of our comfort zone.

But now, things are different. Just about 3 months for now, the school era will finish (only to continue with another school era?!). the real life of a doctor and a full grown man starts there. And believe me, life wont give something that easy. Haha.

Marriage is another thing. Being in my mid 20’s i have to see one by one of my friends are getting married. I remember it was something unthinkable just a few years back, when we were too busy finding out whats new in town, the music, concerts, movies, photo huntings, and lots of that. And i have to get used to that.

“when will you get married?”, a friend was just doing a small talk to one of my friend. He never expected the answer was:

“next year. i’ll be engaged by the end of the year”, and the silence fell between us…

I know it will never be easy to be married. And i really hope they –who’s planning to be married soon- know what they do. Looking back on today, gimana kita masih bisa jalan2, milih2 pacar, buang2 duit jajan atau gaji untuk kesenangan pribadi. Sedangkan kalo lo udah terikat, oh man…

3 mayat kadaluarsa di ruang otopsi, dan gue di BFM menulis ini…

Abril 26, 2009

Romance and How They Do It

Archivado en: romanticismo — Bintang Pramodana @ 6:09 pm

My partner recently said that i wasn’t the romantic type at all. *silent sigh*, i’ve heard of it too many times. Haha. They said i was ignorant and so full of my self. Thats true, in some parts. I answered to her, “i’m romantic in my on specific way”, and laughed. She asked for an example, i didn’t give her, i mean it wasn’t going to be answered anyway.

So, what is romance? Does it have any criteria to be fulfilled? I think (as always), romantisme itu ga sama antara orang yang satu dan yang lain. We always have our own preferencies about what romance is. Does it always have something to do with flowers? Words of love? Mungkin ini semua berhubungan dengan 5 Love Expressions yang saya tulis beberapa waktu yang lalu.

Mengapa saya menulis ini? Saya tidak tahu pasti. Mungkin saya Cuma ingin bercerita saja. Dan buat saya romantisme selalu muncul pada saat2 yang aneh yang mungkin pasangan saya sendiri tidak sadar bahwa dia telah berbuat sesuatu yang menurut saya sangat romantis. Suatu ketika saya pernah meminta dia untuk online dan menemani saya karena saat itu saya sedang banyak kerjaan yang mengharuskan saya di belakang komputer utk waktu yang lama. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk saya menghubungi dia buat ngobrol dan membuat saya merasa tidak sendiri. Melihat sebuah lingkaran hijau di layar facebook saya membuat saya merasa lebih nyaman. Setelah berbincang-bincang sebentar, i asked, “what do you want to talk about?”. Saya Cuma ingin dia juga merasa ditemani. Jawabannya: “its okay dear. Do your work. I just want you to know that i’m here”. Damn… thats was romantic, for me… mungkin engga buat orang lain.

Suatu saat yang lain, dulu, tengah malam, saya berada di BSD karena abis nganterin seorang teman, sendirian. Saya benar2 tidak mengenal daerah ini dan waktu yang sudah lewat tengah malam membuat saya sedikit ngeri. Sedikit juga orang di jalan untuk ditanya. I called my mom. She was still awake (she always stays awake when one of her boys is still out there. Satu hal yang buat gue, priceless bgt). I asked for direction and she answered. Saya perlu teman. Saya ngantuk, dan saya takut. Dan saya menelpon wanita ini, dengan sedikit berharap dia masih bangun. Kemungkinan itu kecil. Ini sudah malam, dan dia tidak biasa tidur malam bila tak ada alasan penting. *ring ring*, and she answered!! (fyi, she always silent her cellphone!!) Saya bertanya apa yang menyebabkan dia bangun jam segini. Dia terdengar bete. Akhirnya saya mendapatkan jawaban. “i never like you coming home this late”, she continued, “i cant sleep knowing you’re not home yet”. *dar!* i shivered hearing that reason. “i always like this when you or papa come home late. I hate it”, she sounded quite mad, but lovely. That time, i knew, 2 women would stay awake with me anytime. That was romantic.

*sometime i need your body next to mine, i could draw us imaginary lines. Just dont breath, i dont need your elegy. I’m falling out of bed not out of love. I know you understand* (Imaginary Lines – Badly Drawn Boys)

When in some times, i felt i was being romantic, but it would be ridiculous to write it here. Hahaha. I mean, based on my story above, you know there’s a lot of way to be romantic…

Sayonara!

Abril 25, 2009

Itinerary Rencana Travel Bali-Lombok-Komodo 12 hari

Archivado en: travel — Etiquetas:, , , — Bintang Pramodana @ 12:50 pm

Ini adalahr rencana perjalanan saya dan teman2 Agustus nanti.

Tujuan perjalanan kali ini adalah sebuah pulau di NTT yang justru terkenal di kalangan bule tapi ga laku utk orang lokal. Pulau Komodo adalah salah satu calon 7 keajaiban dunia tapi gue pikir 90% orang Indonesia belom ke sana. jadi, perjalanan ambisius antar pulau (bukan lagi antar Jawa!! lihat jaraknya di peta!) ini jelas sesuatu yg harus direncanakan dgn matang. prinsip gue, dengan perencanaan matang, every place is reachable at a very reasonable price, hahaha. fisik dan mental khususnya harus oke. yang rewel2, tinggal aja di Jakarta, haha.

fyi, semua orang boleh mencalonkan diri utk ikut kalo emang serius. dan itinerary ini silahkan saja ditiru kalo ga sempet jalan bareng (kalo jadi insya Allah). gue akan coba menjabarkan lagi agar lebih jelas rute perjalanan ini.

Hari 1 (menuju Bali)
pesawat adalah jalan paling nyaman menuju Bali karena hanya 1 jam saja dari Jakarta, namun, harga tiket pesawat rata2 adalah 600an ribu. jadi pilihan dengan bus eksekutif Jakarta-Denpasar pun jadi alternatif karena semua armada bis mengerahkan armada terbaiknya utk rute ini. lama perjalanan sekitar 24-27 jam. dengan kereta juga bisa dengan rute Jakarta-SUrabaya-Gilimanuk-Denpasar, cuma dengan kereta eksekutif, biaya membengkak jadi 500an ribu. kereta bisnis dan ekonomi jelas lebih murah, tapi apa mau ambil resiko capek diawal perjalanan??
dengan bis, sebenarnya sempet kepikiran juga utk ke Mataram langsung biar menghemat dikit uang dan waktu. cuma bis ke mataram kualitasnya jauh dengan yang ke Bali. lagian, kuat 36 jam di bis??
sedapetnya riset gue, harga rata2 ke Denpasar adalah 350-380ribu. dan kalo ga salah udah termasuk makan. cuma ini masih harus dikonfirmasikan. salah satu armada bis yang bisa digunakan adl Lorena yang brangkat dari rawamangun!
Naik bis+makan     350.000

Hari 2 (enjoying Kuta)
sampe Denpasar besoknya, kita masih bisa menikmati Kuta dan sunsetnya. segera cari kamar di sekitar Poppies Lane. harga sekitar 60-100 ribuan bisa buat 2-3 orang. yang penting bersih. you cant expect more. makan di Kuta bisa kok sampe cuma 10ribuan, karena waktu itu gue ama Bayu makan cuma 5000. hahaha. dari Denpasar bisa naik Bemo sampe pangkalan bemo di Kuta.
Denpasar-kuta         10.000
Hotel poppies         35.000
Makan             50.000

Hari 3 (pindah ke Senggigi)
Kemaren gue bilang langsung ke Gili Trawangan, cuma kayaknya ga bisa. ke Gili dari kuta menghabiskan 300ribu sendiri. cuma, elo harus ke Gili, karena disini keren bgt. jadi kita naik Perama yang akan mengantarkan kita ke Senggigi dengan 150ribu. sebenernya, bisa lebih murah dengan sendiri melalui jalur: Kuta – naik bis ke Padang Bai – naik kapal ke Lembar – carter mobil di Lembar.
masalahnya, kita ga tau ni kapal ontime nggak. perjalanan lautnya sendiri menghabiskan 5 jam. karena itu Perama berangkat jam 6 pagi!! pelabuhan Lembar dikenal tidak nyaman utk turis karena lo ga punya pilihan selain naik mobil carteran yang kadang harganya nembak dan pake berantem dulu. kalo sampenya sore….beh, bisa ribet bgt nanti. makanya Perama, walaupun lebih mahal, tapi lebih aman. harganya ditotal ga jauh kok.
Perama ke senggigi     150.000
Hotel di senggigi     35.000
Makan             50.000

Pantai Senggigi

Hari 4 (jalan2 ke Gili Trawangan)
caranya adalah dengan naik angkot ke pelabuhan Bangsal. ga jauh kok. dari sana tinggal naik perahu yang ke Gili Trawangan. biasanya sama orang lokal yg abis belanja ke Senggigi. kita nginep aja sehari di Gili. kita ngapain? santai di Gili. ada yang mau snorkling? disini keren bgt taman lautnya.
angkot ke bangsal 3.000
kapal ke gili         8.000
Hotel di gili         35.000
Makan             50.000

Gili Nanggu (anjrit, kok kayak lebih bagus dari Gili Trawangan??!!)

 

Gili Trawangan

 

Diving & Snorkling di Gili Trawangan

Hari 4 (balik ke Senggigi, kejar kapal Pelni ke Lembar!!)
nah dimulailah perjalanan kita yang sebenarnya di mana elo dan gue sama2 buta keadaan. hahaha. seperti gue bilang, kapal Pelni ini cuma dateng 2 minggu sekali. kita ga boleh telat. kapal Pelni ini kapal ekonomi, jadi kemungkinan besar kita ga bakal mandi deh. sampe kapal cepet2 ngetek kamar (bayar lagi) kalo ga mau tidur pake sleeping bag (ini jg kalo punya!). makanan dapet, cuma yah.. gitu. katanya sih ada kantin yang makanannya masih oke. nah yang gue ga dapet cuma angkutan dari senggigi ke lembar ini. perjalanan laut ini membutuhkan waktu sekitar 26-30 jam. jadi sampe Labuanbajo jam 7 malem.
Ke senggigi         11.000
Ke Lembar         ????
Kapal Pelni         200.000
Kamar             35.000 (mungkin)
makan (tentatif)     30.000

KM TILONGKABILA à rumah kita selama 24 jam! hehe

 

Mau tau tidurnya gimana kalo ga dapet kamar?? hehe!!

Hari 5 (Labuan Bajo saat malam)
ga punya pilihan. harus segera cari penginapan..
makan malam         20.000
Kamar             35.000

Labuan Bajo saat malam…

Hari 6 (Labuan Bajo, dan saatnya berangkat ke P. Komodo)
Paginya, segera cari ke pelabuhan kapal nelayan lokal yang mau kita carter buat ke Komodo. hoki2an sih. katanya ada yang nyaranin juga utk ambil 2 malem aja sekalian ke Pulau Rinca. harganya lebih mahal jelas.. kita ambil perhitungan yang1 hari aja dulu.. ke Komodo akan menghabiskan waktu 4 jam dari Labuan Bajo. disana kita trekking utk nyari Komodo. ada yang bilang kalo mens ga boleh ke sana, tapi katanya sih gapapa asal deket2 guide-nya jangan deket2 komodonya. hehe. gue ga tau hari ini bakal sempet snorkling apa nggak. tapi kayaknya sih ngga ya.. jadi kita balik dan nginep lagi sehari di Labuan Bajo (ini diluar perhitungan awal gue kemaren). kayaknya rutenya sekalian ke pantai merah jambu itu.
Carter kapal (8-10 orang) 600.000     (60-70.000/orang)
makan                     50.000
karcis masuk                 45.000
guide                     30.000 (entah tiap orang atau per guide nih. anggap aja per orang)
karcis kamera                 25.000

Suatu tempat di Labuan Bajo

Hari 7 (snorkling day)
Konon mengunjungi pulau Komodo tanpa diving dan snorkling adalah kayak mengunjungi Bali ga ke Kuta, hehe. disebut-sebut mempunyai taman laut salah satu yang terindah di dunia. jadi, bagi yang mau bersnorkling, ayo.. malemnya kita langsung balik ke Mataram dengan bis malam. ga tau pasti lama perjalanannya. tapi mungkin bisa seharian..
sewa alat         50.000
sewa kapal (4 orang)     250.000 (65.000)
makan             50.000
bis malam ke mataram    230.000

Pulau Komodo

 

Kapal yang disewa untuk snorkeling

 

snorkeling Komodo

Hari ke 8 (tiba di Mataram)
dengan bis malam ke Mataram, ada kemungkinan kita juga sampe malam hari di Mataram. keuntungannya pake bis malam adalah kita hemat 1 malem tidur di bis. hehe. tapi hari ini jadi ga bisa ngapa2in dan sebaiknya kita bermalam di Mataram aja…
makan         50.000
kamar         35.000

Hari ke 9 (ke Senggigi)
Kita bermain2 lagi di Senggigi, atau bisa jalan2 ke pantai Kuta Lombok, atau ke Gili lagi. kabarnya Kuta Lombok itu secantik Kuta Bali. tapi bayangkan Bali 100 tahun yang lalu, sebelum orang2 pada ke Bali dan beramai2 ria. itulah Kuta Lombok. jalan2nya ga diitung dulu ya secara belom tau mau kemana. harga dari Mataram ke Senggigi juga masih nembak..
transpor ke senggigi 10.000
makan         50.000
jalan2         ????
kamar         35.000

Kuta Lombok –> Kuta Bali 100 tahun yang lalu

 

Kuta Lombok

Hari ke 10 (kembali ke Kuta)
Senang di Lombok, saatnya meniti jalan pulang. naik Perama untuk pulang kembali ke Kuta. sebenarnya kita lagi2 bisa ngeteng. cuma belum cukup riset untuk yang ini. nanti di update lagi.. tapi gila.. harganya mahal betil. perahu perama utk ke Bali ini adalah private boat yang sangat nyaman. 2 tahun yang lalu harganya 200 ribu. sekarang? 350 ribu!!!! nanti dibandingin sama kalo ngeteng.
Perama         350.000
makan 2 x     30.000
kamar         35.000

Hari ke 11 (balik ke Jakarta)
dengan bis juga, kita akan balik lagi ke Jakarta…
bis         350.000

Bis Lorena Jakarta-Denpasar

Total 2.662.000

NB:
1. harga yg sebenarnya bisa aja jadi lebih mahal karena banyak hal2 yang ga bisa dan belom dihitung. seperti: beli cemilan di Alfamart, Circle K; laundry kiloan (haha, secara biasanya gue cuma bawa 3 kaos, 1 jeans, sama 1 celana pdk).
2. kalo Laras ikut akan sangat membantu dalam hal akuntansi, hehe.
3. kalo Ana dan Bohay ikut akan sangat membantu dalam hal dokumentasi.
4. yang punya kamera pocket harap beli casing anti air-nya, haha. yang paling murah cuma 200ribu kok. kan sayang, snorkling tapi ga ada fotonya..

Abril 14, 2009

To The Island Where Dragon Rules

Archivado en: travel — Bintang Pramodana @ 11:38 am

Cerita travel lagi, atau lebih tepatnya mimpi travelling lagi, secara gue punya banyak bgt rencana jalan2 yang entah kapan terealisasikan. Mungkin gue Cuma suka bikin itinerary-nya aja. Bikin itinerary buat gue kayak bikin diagnosis kerja dan diagnosis banding pasien, milih2 obat apa yg cocok utk stiap keadaan khusus. Atau kayak nyusun puzzle yang menegangkan. Yang paling asik adalah ketika elo mengetahui bahwa setiap tempat itu reachable kalo lo punya rencana yang matang. Money and time will always be some factors, of course.

Balik lagi bahwa ceritanya gue akan lulus dan punya waktu panjang untuk sekedar merayakan kebebasan seorang anak manusia dari sebuah pembentukan karakter selama 6 tahun. Sebelumnya gue merencanakan untuk pergi selama sebulan backpacking Asia Tenggara. Segala hal udah mulai direncanakan, sebelum akhirnya gue berpikir lebih baik rencana ambisius itu ditunda saja. It takes a lot of money. Gue baru akan pergi kalo udah punya duit sendiri mungkin.

Akhirnya belakangan gue tiba2 terpikir untuk mengunjungi kawan lama, pantai Senggigi di Lombok dan Pulau2 Gili. Rencana ini pengennya dilanjutkan dengan mengunjungi rumah makhluk mistis dari purbakala itu, ya, the only one Komodo.

Bali-Lombok mungkin gue dan Bayu udah tau lah celah2nya. Nginep di Poppies, makan di warung muslim murahan, trus ke lombok naik kapal ferry di Padang Bai, penginapan murah di sekitar Senggigi, atau mau nginep di Gili. Tapi yang menjadi tantangan dalam beberapa waktu belakagan ini adalah mencari jalan ke Pulau Komodo. Ini sulit, karena kebanyakan sekalian menawarkan tur yang harganya jelas diatas budget kita sebagai backpackers. Haha. Akhirnya pencarian gue diselamatkan oleh, ya penyelamat yang itu2 lagi (hehe), Perama Tour. Mereka menyediakan bis dari Senggigi ke Labuan Bajo!! Agak gila sih emang. Ga tau akan berapa lama. I’m about to send them an email.

Kalopun nanti ternyata mustahil ke Komodo karena berbagai sebab, paln B adalah melakukan trekking gunung Rinjani. Haha. I’m not so much into a hiker, but just for fun and for a surge of adrenaline, its worth trying. Haha. Info yang saya baca, kita tidak perlu mempersiapkan banyak hal, karena semua bisa disewa dan bisa menyewa porter juga. Asik kan? Kalo ga pake tur, kita bisa sepuasnya disini.. hehe.

Tapi sebelumnya… selesaikan dulu pendidikan karaktermu!!

Blog de WordPress.com.