Tidak perlu lagi gue mengatakan bahwa gue adalah Liverpudlian. And this season is their best chance for decade to win EPL. Apakah gue –pada akhirnya- akan benar2 menyaksikan Liverpool menjuarai EPL? Entahlah, gue hanya bisa berharap. Ini adalah tim terbaik Liverpool sejak gue mendukung tim ini belasan tahun lalu.
Di depan gawang, Pepe Reina jelas adalah salah satu kiper terbaik di dunia saat ini. Dan semua penjaga gawang Liverpool sejak jaman David James, Sander Westerveld, Brad Friedel, dan Jerzy Dudek berada pada 1 level di bawahnya.
Liverpool mempunyai bek tengah yang sangat hebat jika mereka semua fit. Tidak ada yang meragukan Jamie Carragher. Gue rasa dia rela mematahkan kaki kirinya demi menjaga gawang Reina. Dan tentu saja, Daniel Agger dan Martin Skrtel, 2 bek muda paling menjanjikan saat ini. Siapa lagi bek muda yang sehebat mereka, katakan pada gue. Siapa lagi pemain pengganti sebaik legenda Finlandia, Sami Hyypia, yang di klub lain sudah pasti menjadi pilihan pertama. Masalahnya, di posisi full back Liverpool tidak pernah serapuh ini. Alvaro Arbeloa menjaga sisi kanan tanpa pengganti yang memadai. Di sisi kiri lebih kritis lagi. Sejak John Arne Riise kehilangan sentuhannya dan dibuang ke Roma awal musim ini, tidak ada yang benar settle di sana. Aurelio bukannya jelek, tapi kebiasaannya cedera sungguh mengkhawatirkan. Andrea Dossena lebih mengerikan, mungkin lebih baik bermaik dengan 10 orang saja. Harapan ada pada bek muda Argentina, Emilliano Insua, yang bermain brilian saat melawan Arsenal. Tapi ia pemain muda, mentalnya belum lagi terasah.
Sangat sedikit klub yang memiliki gelandang tengah sekomplit Liverpool saat ini. Steven Gerrard, si legenda hidup Liverpool, si kapten super yang selalu menjadi tumpuan harapan. Xabi Alonso dalam permainannya yang paling gemilang sejak masuk tahun 2004 lalu, pemain timnas Spanyol yang baru saja menaklukkan Eropa. Ada lagi Javier Mascherano, kapten Argentina yang selalu hadir buat pemain2 lawan, untuk menghajar mereka. Lucas Leiva mungkin 1 level di bawah mereka semua, tapi ia punya potensi. Pemain terbaik Liga Brazil 2006 dan mantan kapten Brazil U-20 sudah cukup untuk membuktikan potensinya. Dibawah mereka masih ada Damien Plessis, Jay Spearing, dan pemain muda lain yang mungkin harus menunggu lamaaaaaaaa untuk merebut tempat itu dari senior mereka.
Dan sisi sayap selalu menjadi titik lemah Liverpool. Liverpool tidak pernah memiliki pemain sayap yang profilic seperti halnya lawan2 mereka. Namun harapan besar datang sejak Albert Riera bergabung dan langsung nyetel dengan permainan Liverpool di sisi kiri. Si pekerja keras Dirk Kuyt adalah pilihan utama Benitez di kanan. Para pemain pengganti tidak terlalu menjanjikan. Ryan Babel bermain tanpa konsistensi di sayap kiri yang membuat gue berpikir ada baiknya memasang pemain muda ini di posisi favoritnya, penyerang tengah, siapa tahu dia bermain lebih baik. Yossi Benayoun terkadang menemukan kreatifitasnya dan bermain gemilang. Jermaine Pennant malah dalam posisi akan dijual.
Kenapa Ryan Babel tidak mendapat tempat sebagai striker? Tentu saja, siapa bisa menggantikan Fernando Torres, si mantan kapten Atletico yang bermain kesetanan di musim pertamanya tahun lalu. Musim ini Torres banyak cedera, pemain lawan mulai sadar, cara menghentkan Torres adalah dengan membuantnya digotong keluar lapangan. Gue ga heran kalo suatu saat Torres menjadi kapten Liverpool bila dia terus bersama Liverpool. Bila Torres cedera? Siapa lagi yang menggantikan selain pemain mahal dari Totenham itu, Robbie Keane. Keane baru saja menunjukkan kehebatannya dalam 2 pertandingan terakhir ini. Pemain uda David Ngog baru saja didatangkan dari Prancis dan masih menjadi understudy untuk Torres dan Keane. Kriztian Nemeth seharusnya diberi kesempatan. Menonton dia di pertandingan reserve sangat menyegarkan.
Setengah musim sudah berlalu, dan Liverpool masih berada di puncak klasemen. Gue Cuma bisa berharap ini akan terus bertahan. Lain tidak.