Beberapa waktu belakangan ini, saya mulai sering berpikir tentang apa yang akan saya lakukan setelah lulus. Hal2 macam STR, SIP, dan segala macam birokrasi yang kita tau bersama tidak akan pernah simpel di negara kita tercinta ini. Belum lagi masalah PLD dan ujian kompetensi. Rasa-rasanya rencana saya untuk PTT secepatnya akan mundur beberapa waktu.
Setelah kemaren ada kayak sharing tentang PTT gitu di kampus bersama beberapa senior yang sudah kembali dari PTT, saya semakin yakin juga untuk PTT. Yah, walaupun saya yakin juga bahwa tidak semuanya berjalan indah dan lancar. Tujuan utama saya adalah bisa membayar sendiri program spesialis saya, selain tentunya untuk membebaskan diri dari pendidikan yang memuakkan ini.
Kalau bisa tentu saja daerah yang mau saya tuju adalah daerah2 dengan pantai-pantai indah dan pasir putih dengan ombak biru yang senang bercanda dan berbicara. Sulit memang untuk mencapai situasi ideal macam begini. Namun setidaknya mendekati lah. Jangan di gunung atau kota dan daerah2 yang gersang. Ada beberapa daerah yang sudah ditawarkan pada saya melalui beberapa kenalan ibu (yang walaupun bukan dokter, kok bisa banyak yang nawarin anaknya PTT). Yang paling konkret adalah tawaran ke Kaltim dari teman ibu yang dokter Obsgyn di sana. Namun dia belum bisa menjamin keadaan finansial di sana, padahal itu salah satu tujuan saya PTT bukan? Saya ga mau mebuang2 waktu hanya untuk mendapatkan sedikit uang untuk kemudian membebani orang tua lagi. Sampah sekali. Beberapa tempat lain yaitu Papua (saya pengen ke sini!), Lombok (saya juga cinta lombok!), dan Karang Anyar (yang langsung saya tolak mentah2). Tapi kedua tempat pertama tadi belum sempat di follow up sehingga tidak jelas sampai sekarang.
Setelah dari meng-email dokter Seno di Balikpapan untuk sekedar keep contact, sekalian aja saya mencari di google tentang pantai2 di Kalimatan dan khususnya diving spot di Kaltim. Dan ternyata….. ADA!! Ada 3 diving spot di Kaltim yang bagus. Ah, how i love the sea… segera saja saya melanjutkan pencarian google saya untuk “alat snorkeling dan diving”, hahaha! Mendapatkan beberapa toko di Jakarta yang menjual dengan harga berkisar 700-1,4 juta per paket. Good enough, hehe.
Jadi, jika saya PTT, sudah ada beberapa barang yang wajib saya bawa nih.
1. Laptop! Mencegah kebosanan adalah hal penting. Laptop mungkin juga harus dilengkapi dengan modem untuk koneksi internet (semoga bisa!!), lagu2 saya yang berjumlah 30 GB, film2 yang di download di Jakarta, dan tentu saja kumpulan ebook yang sudah di download. Males banget kan bawa2 buku tebel2 ke sana.
2. iPod. Apalagi yang perlu dijelaskan? I cannot live a day without it…
3. needle holder sendiri. Hehehe. Ini hasil dipanas2in Anne nih. Sial2nya dapet puskesmas yang alat2nya udah bapuk semua. Lagian punya needle holder yang bagusan (ada ga ya yang erkisar 200-300 ribuan) biar bisa dipake terus2an dan tetep bisa “megang”.
4. Snorkeling equipment! Hehe.
5. Olympus E-500 yang sudah menemani keliling jawa bali.
6. Pengennya sih punya kamera underwater. Atau paling ngga kamera pocket dengan plastik penutup anti air yang harganya 200 ribuan. Atau lebih bagus kalo casing underwaternya si Olivia (nama Olympus E-500-nya, hehe).
Yah itulah… semoga aja jalan saya dimudahkan ya… amin…