Bulan puasa selalu saja ada berbagai macam buka puasa dengan berbagai kelompok teman dan urusan. Hal ini kadang mengasikkan, ketemu dengan teman2 lama, bertukar cerita tentang apa sejauh mana hidup sudah berjalan meninggalkan masa lalu kita dulu. Kalaupun sama2 sefakultas dan seangkatan, misalnya, jarak dan jadwal yang ada sudah cukup memisahkan kita untuk ga bertemu. Sebegitu mudahnya hidup terpisah. Tempat dan waktu.
Buka puasa bersama adalah jalan untuk menyamakan kembali tempat dan waktu tersebut, sehingga kita bisa lagi saling bercengkerama, mengingat kembali nama-nama dan memori yang sudah terhapus dan tergantikan memori2 baru. Oleh karena itu, buka puasa bersama seringkali adalah salah satu hal yang paling ditunggu dalam bulan ramadan.
Tapi, ada hal yang paling ga gue suka dalam buka puasa beberapa tahun belakangan. Bukan saja karena gue pasti jadi ga solat teraweh, tapi ada lagi.
Entah kenapa, gue selalu merasa minder tiap kali buka puasa. Pertanyaan2 seperti “lagi sibuk apa lo?”, “kerja dimana lo?” sudah mulai sering muncul sehubungan dengan makin tua-nya umur kita. Dan pertanyaan2 itu menggedor integritas gue. Ketika teman2 sudah mulai bekerja dan melepaskan diri dari biaya orang tua, gue masih menunggu uang jajan bulanan. Dan pertanyaan “lo lagi dimana tang?”, selalu dengan menysakkan gue jawab “masih belajar aja. Di RSCM”. Anjing! Udah berapa ttahun gue jawab kayak gitu!
Buka puasa teman2 SMA di kalimalang berisi teman2 akrab seperti Adit dan Ogi yang sudah sejak SMP berteman dengan gue. Untunglah ada yang melepaskan gue dari pertanyaan2 itu, yaitu cerita2 mengenai travel kita masing2. Kebetulan atau tidak, gue, ogi, da adit sama2 sudah mengunjungi Gili dan jatuh cinta dengan lokasi itu. Tidak lama sampai kami memutuskan untuk berkelanan bersama. Tujuan kami adalah ke Karimun Jawa, pulau di utara Semarang itu.
Hah, bagaimanapun, gue masih akan terus menerima pertanyaan2 itu tadi, dan mengalami apa yang kita sebut “quarter life crisis” atau “krisis usia seperempat”, hehehe. Setidaknya untuk setahun ke depan lah…
God, grant me the right way to walk..