hubungan gue mungkin benar2 berada di kondisi kritis. in a lot of way i cannot understand, the things are getting more complicated, more difficult than before. we criticized a lot to each other these days. for me, she was more and more emotional and bad tempered than before. everything could upset her. gue yang telat bales sms, salah kirim, tentang nelp, apa aja lah.
today she said that the ship wasn’t enjoyable anymore. that everything had come to be routine. that every message was just like something we had to send. i only answered, “yes, it is.” mind you, bagaimana bisa kita menikmati saat2 ketika kita sendiri dalam keadaan seperti ini. maksud gue, ketika kita berdua dalam keadaan tidak nyaman dan saling menyalahkan satu sama lain terhadap apa yang terjadi. dan lalu, Chawpi Tuta menyebutkan bahwa gue mulai kelihatan tidak serius lagi. gue ga pernah ngajak ngobrol lama lagi, ga pernah nelpon lama lagi. gue frustasi rasanya. couldn’t she realized?? bagaimana mungkin gue nyaman nelp dia kalo jawabannya hanya sepatah dua patah kata, bahkan ga diangkat. bagaimana mungkin kita ngobrol panjang lebar tentang banyak hal, ketika kita tidak pernah tersenyum satu sama lain. bagaimana itu mungkin????
gue kesel banget! seakan2 semua ini salah gue. seakan2 bila ada yang merasa tidak yakin, itu adalah gue. gue udah bilang ama dia, hilangkan semua kemarahan dan kebencian yang mungkin ga dia sadar terhadap gue. eh, malah marah. padahal, gue berpikir, sepertinya dia memang menyalahkan gue untuk hubungan ini. dia menyalahkan ketidaknyamanan ini pada gue.
ketika dia menjadi bt terhadap sesuatu, maka itu akan berlangsung lllaaaammmmaaaa, minimal 3 hari, dia akan bersikap super galak, menyindir, dan menjawab sms hanya kata per kata. salah gue kalo gue juga merasa ketidaknyamanan dalam sms dia? dalam 3 hari itu, banyak hal bisa terjadi, misalnya betapa kesalnya gue ketika ga lulus ujian pre test. salah gue kalo gue ga bisa cerita sama dia karena dia lagi bt??
at the moment, gue lagi smsan. ngomongin apa yang mesti dilakukan. dan gue ga tau apa yang masih bisa diselamatkan dari hubungan ini kalo dia masih juga seperti ini. gue emang bukan pacar yang baik. jauh malah. gue terlalu cuek dari yang mungkin dia harapkan. dan mungkin kurang sabar. dan sedikit cerewet. tapi gue udahberusaha keras untuk itu, gue udah berusaha sangat sabar. tapi, kalo cara dia melampiaskan kemarahan dalam hatinya masih seperti ini, gue ga yakin apa gue sanggup.
gue ga bisa ngebayangin hidup tanpa dia. cuma hidup dengan dia dengan keadaan yang sekarang juga membunuh gue.
gue ga tau…