Nanny 911 sekali lagi membuat hati gue gundah. gue ga ngerti bagaimana ibu2 di Amerika bisa begitu mengerikannya. kecuekan mereka, kekasaran mereka, kekeraskepalaan mereka. bahkan dengan menontonnya saja, gue frustasi. gue sampai mengambil kesimpulan bahwa kebanyakan wanita memang sekeras kepala itu, walau dengan kadar yang berbeda2. mereka akan marah dan kesal bila orang lain mengomentari kesalahan dan keburukan mereka khususnya dalam berumah tangga. mereka berhati batu! batu! batu! sedangkankebanyakan pria di acara itu, walaupun peran mereka dalam kesalahan itu tidak kalah besarnya, setidaknya sering kali mereka adalah orang yang pertama berusaha berubah sebelum kadang malah dibuat frustasi istri2 mereka sendiri.
seorang teman bilang berumah tangga itu harus disiapin jauh2 hari sebelumnya. apa saling mencintai cukup untuk membentuk rumah tangga? ah, jauh dari sekedar kurang. itu kuuuuurrrrrrrrraaaaaaaaaannnnnnnnnggggggggggggggg sekali. entah mengapa gue pikir sebagian besar pasangan baru mulai mempelajari itu setelah mereka menikah. they didnt know what they’re going to face. some of them didnt want to know, at all.
teman gue tadi sempet nawar2in seminar tentang keluarga. gue sempet ketawa gitu, walaupun sebenernya gue ga bermaksud, gue hanya bersikap sinis. sejujurnya gue ga percaya pada seminar2 kepribadian, ga pernah percaya. gue tau kalo gue seperti ibu2 Amerika itu sih jadinya, merasa benar sendiri..
katanya ibu2 di Indonesia ga ada yang separah mereka. ah masa sih? gue baru baca tuh kemaren ada ibu yang ditangkep karena nyiksa anak2nya. dulu ada yang masukin 2 anaknya ke bak mandi, membiarkan mereka tenggelam begitu saja.
gue makin ga percaya pada hati manusia…

No comments
Feed de los comentarios de este artículo