polaroid hitam putih

Mayo 25, 2008

bubur kecap, garam inggris, dan kesemptana yang ga pernah ada

Archivado en: romanticismo — Bintang Pramodana @ 7:24 pm

hari ini adalah hari yang melelahkan buat gue. hati, pikiran, perasaan, fisik. di satu sisi, gue sedang dalam diet gila untuk pemeriksaan besok. dari pagi gue ga boleh makan apa-apa selain bubur kecap, roti tawar, dan marie regal. dengan minum air putih, teh, dan susu aja. ga boleh buah, ga boleh kopi, ga boleh nasi, daging apalagi. dan diet gila ini berlangsung 36 jam dengan tambahan 3 kali pemberian garam inggris!! gue ga usah cerita kan gimana lemesnya gue saat nulis ini, yang bersamaan dengan keluarga gue ninggalin gue sendiri untuk makan malam bersama. huh!

di sisi yang lain, perasaan gue juga sama terkurasnya dengan energi gue. out of nothing Chawpi Tuta mengatakan bahwa sang ibu tidak suka sama gue. gue ga tegas lah, cara salaman gue yang ga mantep lah, cara gue ngasih hadiah lah, semua. pada akhirnya semua ini ditegaskan dengan kata2 “ga sreg”, “feeling”, yang tidak bisa dijelaskan. Chawpi Tuta seakan disuruh memilih antara gue dan ibu-nya. keadaan yang tidak adil dan berat sebelah. setidaknya menurut gue.

seandainya saja beliau udah memberi gue kesempatan yang cukup untuk gue menunjukkan diri gue, mungkin gue bisa lebih rela. tapi beliau bahkan belum pernah bertukar pendapat dengan gue, bagaimana mungkin gue bisa dinilai tidak tegas? gue merasa dijudge tanpa kesempatan membela diri.

untung saja, pada akhirnya Chawpi Tuta memutuskan untuk tetap menjalani ini, tapi dengan ga ketemuan. artinya gue pacaran jarak jauh padahal rumah gue cuma berjarak 15km. for me its good enough. i cant expect more, i suppose.

pada dasarnya gue emang ga bisa membayangkan hidup tanpa dia. the way we talk, share thought. kalo kata dave mathews band “the space between the tears we cry is the laughter keep us coming back for more”..

well, i believe everything happens for a reason. if i didnt meant to her, why did we ever met on the first place? i try to be optimistic, maybe, the one i am now, will not be a good husband, a good father, a good and supportive partner. maybe, she wont be a good wife too, yet. semua masalah ini, yang semakin berat ini, gue yakin, hanya untuk membuat kami lebih baik lagi. or…am i dreaming??

Aún no hay comentarios »

Aún no hay comentarios.

Canal RSS de los comentarios de la entrada. URI para TrackBack.

Deja un comentario

Blog de WordPress.com.